IMF Ramal Ekonomi RI Mentok 5,1%, Ekonom: Penerimaan Seret, Pengeluaran Jor-joran
Minggu, 25 Januari 2026 - 22:19 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya diberitakan, pemerintah optimistis perekonomian nasional bakal dalam prospek pertumbuhan yang positif. Optimisme pemerintah dilatarbelakangi sejumlah parameter yang dianggap baik-baik saja, mulai dari fundamental ekonomi, stabilitas makroekonomi, dan bauran kebijakan yang konsisten menjadi modal utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia
Atas dasar itu, proyeksi International Monetary Fund (IMF) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkisar 5% dimaknai secara positif. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menuturkan bahwa proyeksi IMF itu sebagai cerminan ketangguhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
"Proyeksi IMF ini menunjukkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan terjaga, meskipun tekanan global masih cukup tinggi. Pemerintah terus memastikan kebijakan yang diambil bersifat responsif dan antisipatif guna menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi,” ujar Haryo dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (25/1).
Adapun, IMF menjabarkan soal ekonomi Indonesia, yang mampu resiliensi di tengah turbulensi ekonomi dan tensi geopolitik yang begitu dinamis.
“Pertumbuhan diperkirakan stabil di level 5,0 persen pada 2025 dan 5,1 persen pada 2026, terlepas dari tekanan eksternal menantang, hal ini mencerminkan dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter,” tulis IMF dalam laporan Article IV Consultation yang dirilis Januari 2026.
Baca Juga: IMF Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di 2026, Ungguli China dan Malaysia
Atas dasar itu, proyeksi International Monetary Fund (IMF) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkisar 5% dimaknai secara positif. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menuturkan bahwa proyeksi IMF itu sebagai cerminan ketangguhan ekonomi nasional di tengah dinamika global.
"Proyeksi IMF ini menunjukkan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan terjaga, meskipun tekanan global masih cukup tinggi. Pemerintah terus memastikan kebijakan yang diambil bersifat responsif dan antisipatif guna menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi,” ujar Haryo dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (25/1).
Adapun, IMF menjabarkan soal ekonomi Indonesia, yang mampu resiliensi di tengah turbulensi ekonomi dan tensi geopolitik yang begitu dinamis.
“Pertumbuhan diperkirakan stabil di level 5,0 persen pada 2025 dan 5,1 persen pada 2026, terlepas dari tekanan eksternal menantang, hal ini mencerminkan dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter,” tulis IMF dalam laporan Article IV Consultation yang dirilis Januari 2026.
(akr)
Lihat Juga :