Usai Maduro Tumbang, Barter Minyak Rp33 Triliun Awali Babak Baru AS-Venezuela

Senin, 26 Januari 2026 - 07:58 WIB
loading...
Usai Maduro Tumbang,...
Sebuah kapal tanker pengangkut nafta pertama dari AS tiba di Pelabuhan Jose, Venezuela, Jumat (23/1). FOTO/AP
A A A
CARACAS - Sebuah kapal tanker pengangkut nafta (naphtha) pertama dari Amerika Serikat (AS) tiba di Pelabuhan Jose, Venezuela, Jumat (23/1). Pengiriman bersejarah ini menandai dimulainya babak baru dalam kerja sama minyak kedua negara, menyusul tumbangnya rezim mantan Presiden Nicolás Maduro awal bulan ini.

Kapal berbendera Inggris, Hellespont Protector, yang disewa perusahaan perdagangan Vitol, membawa sekitar 460.000 barel nafta berat dari Pantai Teluk AS. Pengiriman ini merupakan realisasi perdana dari kesepakatan pasokan senilai USD2 miliar atau setara Rp33 triliun yang memungkinkan Venezuela menjual cadangan minyak mentahnya yang selama ini tertahan.

Nafta berfungsi sebagai pengencer vital bagi minyak mentah ekstra berat Venezuela yang konsistensinya mirip aspal. Tanpa bahan pencampur ini, minyak tidak dapat dialirkan melalui pipa atau diekspor. Kekurangan pengencer sempat memukul produksi, yang anjlok dari 1,16 juta barel per hari (bph) pada November lalu menjadi sekitar 880.000 bph awal Januari.

Baca Juga: Klaim Mengejutkan Presiden Venezuela soal Penculikan Maduro: '15 Menit untuk Patuh atau Dihabisi AS'

Pasokan ini mengalir setelah operasi militer AS yang menangkap Maduro pada 3 Januari. Pemerintah AS dan otoritas transisi Venezuela kemudian menyepakati kerja sama yang memberi wewenang kepada pedagang komoditas Vitol dan Trafigura untuk memasarkan minyak Venezuela, dengan imbal pasokan pengencer yang stabil.



Reuters melaporkan, hingga 21 Januari, sekitar 7,8 juta barel minyak Venezuela telah diekspor berdasarkan kesepakatan baru ini. Namun, sumber industri menyebut kecepatannya masih di bawah proyeksi akibat penumpukan stok dan kendala infrastruktur yang rusak setelah bertahun-tahun di bawah sanksi.

Kedatangan nafta AS ini memberi napas bagi perusahaan minyak negara PDVSA dan mitranya untuk kembali mencampur dan mengekspor minyak mentah. Analis memperingatkan, pasokan pengencer yang tidak stabil berisiko memangkas produksi ratusan ribu barel per hari.

Baca Juga: Imbas Blokade AS, Impor Minyak China dari Venezuela Anjlok 75%

Pemulihan sektor minyak Venezuela, yang produksinya merosot dari 3 juta bph (2008) menjadi di bawah 1 juta bph saat ini, masih menghadapi jalan panjang. Infrastruktur yang rusak parah memerlukan investasi besar. Rystad Energy memperkirakan butuh USD 53 miliar dalam 15 tahun hanya untuk mempertahankan level produksi saat ini.

Pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan sedang berdiskusi dengan Chevron dan perusahaan jasa minyak seperti SLB dan Halliburton untuk merancang skema pemulihan produksi yang lebih efisien, membuka babak baru pengaruh AS di jantung energi Amerika Selatan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Rekomendasi
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved