Cuaca Ekstrem Ganggu Mobilitas, Hipmi Jaya Dukung PJJ dan WFH Situasional
Rabu, 28 Januari 2026 - 14:00 WIB
loading...
Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya Ryan Haroen. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dinilai mengganggu mobilitas masyarakat dan berdampak pada aktivitas dunia usaha, khususnya sektor yang bergantung pada pergerakan manusia dan distribusi barang.
"Dalam situasi cuaca ekstrem seperti sekarang, tentu ada tantangan nyata bagi dunia usaha, khususnya bagi pengusaha muda yang aktivitasnya sangat erat dengan mobilitas harian," ujar Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya Ryan Haroen dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Sekolah Online di Jakarta hingga 28 Januari 2026, Pramono: Jika Senin Cerah Maka Sekolah Normal
Hipmi Jaya menilai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah (WFH) secara situasional sebagai langkah yang tepat dan terukur. Kebijakan tersebut dinilai responsif terhadap risiko keselamatan tanpa mematikan aktivitas ekonomi.
Ryan mengatakan, intensitas hujan tinggi yang kerap terjadi belakangan ini berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas usaha, terutama sektor jasa, logistik, dan UMKM yang sangat bergantung pada mobilitas harian masyarakat.
Menurut dia, imbauan penerapan PJJ dan WFH hanya pada saat curah hujan tinggi menunjukkan pendekatan kebijakan yang proporsional. Pemerintah dinilai berupaya menjaga keseimbangan antara keselamatan publik dan keberlangsungan kegiatan ekonomi.
Bagi pelaku usaha muda, lanjut Ryan, kepastian sekaligus keluwesan kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Fleksibilitas memungkinkan dunia usaha tetap beradaptasi tanpa harus menghentikan kegiatan secara total.
Hipmi Jaya juga mendorong para pengusaha muda untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Dikepung Banjir, Sekolah di Jakarta Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Pemanfaatan teknologi digital, pengaturan jam kerja yang adaptif, serta optimalisasi sistem kerja jarak jauh dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk menjaga produktivitas sekaligus keselamatan. Ia menegaskan kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar dunia usaha tetap resilien menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
"Kami mengajak seluruh pengusaha muda untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan memastikan aspek keselamatan karyawan serta pelanggan tetap menjadi prioritas utama," kata Ryan.
"Dalam situasi cuaca ekstrem seperti sekarang, tentu ada tantangan nyata bagi dunia usaha, khususnya bagi pengusaha muda yang aktivitasnya sangat erat dengan mobilitas harian," ujar Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya Ryan Haroen dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Sekolah Online di Jakarta hingga 28 Januari 2026, Pramono: Jika Senin Cerah Maka Sekolah Normal
Hipmi Jaya menilai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan bekerja dari rumah (WFH) secara situasional sebagai langkah yang tepat dan terukur. Kebijakan tersebut dinilai responsif terhadap risiko keselamatan tanpa mematikan aktivitas ekonomi.
Ryan mengatakan, intensitas hujan tinggi yang kerap terjadi belakangan ini berdampak langsung terhadap kelancaran aktivitas usaha, terutama sektor jasa, logistik, dan UMKM yang sangat bergantung pada mobilitas harian masyarakat.
Menurut dia, imbauan penerapan PJJ dan WFH hanya pada saat curah hujan tinggi menunjukkan pendekatan kebijakan yang proporsional. Pemerintah dinilai berupaya menjaga keseimbangan antara keselamatan publik dan keberlangsungan kegiatan ekonomi.
Bagi pelaku usaha muda, lanjut Ryan, kepastian sekaligus keluwesan kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Fleksibilitas memungkinkan dunia usaha tetap beradaptasi tanpa harus menghentikan kegiatan secara total.
Hipmi Jaya juga mendorong para pengusaha muda untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga: Dikepung Banjir, Sekolah di Jakarta Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Pemanfaatan teknologi digital, pengaturan jam kerja yang adaptif, serta optimalisasi sistem kerja jarak jauh dinilai dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk menjaga produktivitas sekaligus keselamatan. Ia menegaskan kemampuan beradaptasi menjadi kunci agar dunia usaha tetap resilien menghadapi dinamika cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.
"Kami mengajak seluruh pengusaha muda untuk terus berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan memastikan aspek keselamatan karyawan serta pelanggan tetap menjadi prioritas utama," kata Ryan.
(nng)
Lihat Juga :