Luhut Bersama Menko Airlangga Bahas Program GovTech, Apa Itu?
Kamis, 29 Januari 2026 - 16:50 WIB
loading...
Menko Airlangga Hartarto melakukan pertemuan strategis dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan strategis dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan yang diketahui membahas penguatan teknologi pemerintahan atau GovTech . Berdasarkan pantauan, Luhut meninggalkan kantor Kemenko Perekonomian sekitar pukul 13.20 WIB dengan menaiki mobil berplat RI 32.
Airlangga menekankan, bahwa digitalisasi sistem pemerintahan melalui GovTech merupakan langkah krusial untuk menciptakan tata kelola lebih bersih dan efisien di sektor ekonomi. Baca Juga: Peruri Kenalkan Peran GovTech pada CPNS untuk Transformasi Birokrasi Digital
"Bahas ya perkembangan ekonomi dan program. Salah satunya adalah Pak Luhut punya program yang terkait dengan government technology, GovTech. GovTech itu menjadi hal yang diperlukan terutama untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi," ujar Airlangga saat ditemui awak media, Kamis (29/1/2026).
Selain akuntabilitas internal, implementasi GovTech diproyeksikan akan memberikan dampak besar pada sektor perdagangan internasional. Airlangga menjelaskan bahwa keberhasilan digitalisasi di sektor logistik akan dilanjutkan dengan integrasi data ekspor-impor antarnegara.
Dengan sistem yang terintegrasi, potensi perbedaan data perdagangan (disparitas data) antara Indonesia dengan mitra dagangnya dapat diminimalisir, sehingga proses pengawasan menjadi lebih akurat.
Baca Juga: Peruri Jadi GovTech Indonesia, Wamen BUMN Beberkan Tugas Utamanya
"Dan beberapa kan kita sudah lakukan juga yang untuk logistik. Dan juga kalau itu dikerjasamakan dengan negara lain, maka ekspor-import kita datanya bisa sama," tambah Airlangga.
Terkait kerja sama internasional, Airlangga mengungkapkan bahwa kawasan Asia Tenggara telah memiliki landasan yang kuat melalui mekanisme ASEAN Single Window. Indonesia saat ini tengah fokus mengembangkan prototipe sistem yang dapat disinergikan secara penuh dengan negara-negara tetangga.
"Kita di ASEAN sudah punya ASEAN Single Window. Jadi kita tinggal bikin prototipenya saja," pungkasnya.
Airlangga menekankan, bahwa digitalisasi sistem pemerintahan melalui GovTech merupakan langkah krusial untuk menciptakan tata kelola lebih bersih dan efisien di sektor ekonomi. Baca Juga: Peruri Kenalkan Peran GovTech pada CPNS untuk Transformasi Birokrasi Digital
"Bahas ya perkembangan ekonomi dan program. Salah satunya adalah Pak Luhut punya program yang terkait dengan government technology, GovTech. GovTech itu menjadi hal yang diperlukan terutama untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi," ujar Airlangga saat ditemui awak media, Kamis (29/1/2026).
Selain akuntabilitas internal, implementasi GovTech diproyeksikan akan memberikan dampak besar pada sektor perdagangan internasional. Airlangga menjelaskan bahwa keberhasilan digitalisasi di sektor logistik akan dilanjutkan dengan integrasi data ekspor-impor antarnegara.
Dengan sistem yang terintegrasi, potensi perbedaan data perdagangan (disparitas data) antara Indonesia dengan mitra dagangnya dapat diminimalisir, sehingga proses pengawasan menjadi lebih akurat.
Baca Juga: Peruri Jadi GovTech Indonesia, Wamen BUMN Beberkan Tugas Utamanya
"Dan beberapa kan kita sudah lakukan juga yang untuk logistik. Dan juga kalau itu dikerjasamakan dengan negara lain, maka ekspor-import kita datanya bisa sama," tambah Airlangga.
Terkait kerja sama internasional, Airlangga mengungkapkan bahwa kawasan Asia Tenggara telah memiliki landasan yang kuat melalui mekanisme ASEAN Single Window. Indonesia saat ini tengah fokus mengembangkan prototipe sistem yang dapat disinergikan secara penuh dengan negara-negara tetangga.
"Kita di ASEAN sudah punya ASEAN Single Window. Jadi kita tinggal bikin prototipenya saja," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :