Penyegaran Otoritas Pasar Modal di Tengah Badai MSCI, Kepercayaan Investor Bakal Pulih?
Sabtu, 31 Januari 2026 - 08:29 WIB
loading...
A
A
A
Reydi memberikan sudut pandang positif bahwa langkah MSCI membekukan indeks justru bisa dilihat sebagai upaya perlindungan untuk mencegah keluarnya dana asing (capital outflow) secara masif jika metodologi baru langsung diterapkan tanpa persiapan.
"Tujuannya baik MSCI seperti itu, karena berarti dana-dana asing itu nggak dipaksa keluar. Makanya MSCI bikin beku dana dulu supaya tidak terjadi penambahan atau pengurangan di IHSG. Jadi menunda atau paling nggak supaya tidak terjadi capital outflow dari asing di IHSG," jelasnya.
Baca Juga: Bos OJK Beberkan Strategi Perkuat Pasar Modal di 2026
Menghadapi pembukaan pasar pada Senin mendatang, Reydi memprediksi akan ada sedikit gejolak di awal perdagangan. Investor kemungkinan besar akan bereaksi terhadap berita pengunduran diri Mahendra Siregar, Inarno Djajadi, dan Iman Rachman. Namun Ia meyakini tekanan tersebut hanya bersifat sementara sebelum pasar masuk ke fase wait and see.
"Di awal market mungkin ada sedikit tekanan jual gitu ya, karena kelihatannya berturut-turut. Tapi kalau saya rasa itu hanya jangka pendek. Pasti akan wait and see sih, menunggu kepastian siapa penerus-penerusnya atau pengantin-pengantinnya. Kalau misalkan ternyata lebih kredibel, kan sebenarnya lebih baik," pungkas Reydi.
"Tujuannya baik MSCI seperti itu, karena berarti dana-dana asing itu nggak dipaksa keluar. Makanya MSCI bikin beku dana dulu supaya tidak terjadi penambahan atau pengurangan di IHSG. Jadi menunda atau paling nggak supaya tidak terjadi capital outflow dari asing di IHSG," jelasnya.
Baca Juga: Bos OJK Beberkan Strategi Perkuat Pasar Modal di 2026
Menghadapi pembukaan pasar pada Senin mendatang, Reydi memprediksi akan ada sedikit gejolak di awal perdagangan. Investor kemungkinan besar akan bereaksi terhadap berita pengunduran diri Mahendra Siregar, Inarno Djajadi, dan Iman Rachman. Namun Ia meyakini tekanan tersebut hanya bersifat sementara sebelum pasar masuk ke fase wait and see.
"Di awal market mungkin ada sedikit tekanan jual gitu ya, karena kelihatannya berturut-turut. Tapi kalau saya rasa itu hanya jangka pendek. Pasti akan wait and see sih, menunggu kepastian siapa penerus-penerusnya atau pengantin-pengantinnya. Kalau misalkan ternyata lebih kredibel, kan sebenarnya lebih baik," pungkas Reydi.
(akr)
Lihat Juga :