Efisiensi Proyek Pipa Minyak Rokan, Bisnis PGN Dinilai Bakal Lebih Kuat
Kamis, 17 September 2020 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama PGN Suko Hartono mengungkapkan biaya pembangunan proyek pipa minyak ke blok Rokan berhasil dipangkas dari semula USD450 juta menjadi USD300 juta. Efisiensi biaya ini diperoleh dari optimasi dari tahapan penetapan Final Investment Decision (FID) dan proses procurement.
"Hal ini merupakan upaya bersama dewan pengawas dan manajemen PGN dalam mengawal proyek pipanisasi minyak Rokan Hulu dapat berjalan efektif dan efisien di tengah tantangan ekonomi global dan pandemi," kata Suko.
Rabu (9/9/2020), PT Pertagas, anak usaha PGN, telah memulai pembangunan pipa minyak sepanjang kurang lebih 360 kilometer dengan diameter 4-24 inch. Proyek yang ditargetkan rampung pada tahun 2021 melalui lima Kabupaten di Riau, yaitu Kabupaten Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Rokan Hilir. First welding (pengelasan perdana) telah dilakukan di Kelurahan Kandis Kota, Kandis, Kabupaten Siak. (Baca juga: Tim Repsol Honda Suram Tanpa Marquez)
Sebelumnya di tahun 2018 Kementerian ESDM memutuskan Pertamina sebagai pengelola blok Rokan setelah memenangkan tender dengan CPI. Dalam penawarannya Pertamina setuju untuk membayar biaya bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar USD784 juta atau setara Rp11,3 triliun dan komitmen kerja pasti senilai USD500 juta atau sekitar Rp7,2 triliun.
Pengelolaan Pertamina di Blok Rokan tersebut juga menandai berakhirnya pengelolaan Chevron di Rokan selama lebih dari setengah abad.
"Hal ini merupakan upaya bersama dewan pengawas dan manajemen PGN dalam mengawal proyek pipanisasi minyak Rokan Hulu dapat berjalan efektif dan efisien di tengah tantangan ekonomi global dan pandemi," kata Suko.
Rabu (9/9/2020), PT Pertagas, anak usaha PGN, telah memulai pembangunan pipa minyak sepanjang kurang lebih 360 kilometer dengan diameter 4-24 inch. Proyek yang ditargetkan rampung pada tahun 2021 melalui lima Kabupaten di Riau, yaitu Kabupaten Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Rokan Hilir. First welding (pengelasan perdana) telah dilakukan di Kelurahan Kandis Kota, Kandis, Kabupaten Siak. (Baca juga: Tim Repsol Honda Suram Tanpa Marquez)
Sebelumnya di tahun 2018 Kementerian ESDM memutuskan Pertamina sebagai pengelola blok Rokan setelah memenangkan tender dengan CPI. Dalam penawarannya Pertamina setuju untuk membayar biaya bonus tanda tangan (signature bonus) sebesar USD784 juta atau setara Rp11,3 triliun dan komitmen kerja pasti senilai USD500 juta atau sekitar Rp7,2 triliun.
Pengelolaan Pertamina di Blok Rokan tersebut juga menandai berakhirnya pengelolaan Chevron di Rokan selama lebih dari setengah abad.
Lihat Juga :