Efisiensi Proyek Pipa Minyak Rokan, Bisnis PGN Dinilai Bakal Lebih Kuat
Kamis, 17 September 2020 - 11:55 WIB
loading...
Foto/dok
A
A
A
JAKARTA - Dimulainya pembangunan proyek pipa minyak menuju wilayah kerja Rokan diharapkan menjadi momentum bagi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk meningkatkan efisiensi di proyek-proyek infrastruktur lainnya.
Keberhasilan PGN memangkas biaya proyek pipa Rokan hingga senilai USD150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun dinilai sebagai bukti bahwa ruang efisiensi di proyek infrastruktur migas masih terbuka lebar.
"Kemampuan PGN untuk memangkas biaya pembangunan infrastruktur pipa ke blok Rokan adalah prestasi luar biasa dan bisa memperkuat bisnis perseroan. Selama ini kita belum pernah mendengar pembangunan infrastruktur pipa bisa dihemat hingga sebesar itu," ujar Analis Finvesol Consulting Indonesia Fendi Susiyanto, di Jakarta, kemarin. (Baca: Kasus Corona terus Meningkat, Penerapan PSBB Dinilai Pilihan Tepat)
Fendi menjelaskan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini konsumsi energi cenderung menurun, termasuk gas bumi. Meski demikian, sebagai pionir pembangunan infrastruktur pipa, PGN bisa mengoptimalkan meningkatnya kebutuhan energi di masa depan dengan membangun proyek-proyek infrastruktur yang lebih efisien. Apalagi, sebagai bagian dari PT Pertamina, PGN memiliki potensi pasar yang riil dan besar.
"Sinergi dengan Pertamina seperti yang dilakukan dengan membangun pipa ke Rokan bukti adanya peluang itu. Jika efisiensi bisa dilakukan di proyek-proyek lain, tentunya akan memberikan value besar bagi bisnis PGN di masa depan," kata Fendi.
Keberhasilan PGN memangkas biaya proyek pipa Rokan hingga senilai USD150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun dinilai sebagai bukti bahwa ruang efisiensi di proyek infrastruktur migas masih terbuka lebar.
"Kemampuan PGN untuk memangkas biaya pembangunan infrastruktur pipa ke blok Rokan adalah prestasi luar biasa dan bisa memperkuat bisnis perseroan. Selama ini kita belum pernah mendengar pembangunan infrastruktur pipa bisa dihemat hingga sebesar itu," ujar Analis Finvesol Consulting Indonesia Fendi Susiyanto, di Jakarta, kemarin. (Baca: Kasus Corona terus Meningkat, Penerapan PSBB Dinilai Pilihan Tepat)
Fendi menjelaskan, dalam situasi pandemi Covid-19 ini konsumsi energi cenderung menurun, termasuk gas bumi. Meski demikian, sebagai pionir pembangunan infrastruktur pipa, PGN bisa mengoptimalkan meningkatnya kebutuhan energi di masa depan dengan membangun proyek-proyek infrastruktur yang lebih efisien. Apalagi, sebagai bagian dari PT Pertamina, PGN memiliki potensi pasar yang riil dan besar.
"Sinergi dengan Pertamina seperti yang dilakukan dengan membangun pipa ke Rokan bukti adanya peluang itu. Jika efisiensi bisa dilakukan di proyek-proyek lain, tentunya akan memberikan value besar bagi bisnis PGN di masa depan," kata Fendi.
Lihat Juga :