BEI dan MSCI Gelar Rapat Online Sore Ini, Danantara Ikut Nonton
Senin, 02 Februari 2026 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Pandu juga menyampaikan ke depan dana pensiun dan asuransi diproyeksikan masuk lebih besar ke pasar modal. Hal itu seiring kebijakan pemerintah yang menaikkan batas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar saham dari 8% menjadi 20%. "Untuk nantinya (ketentuan MSCI) juga harus memudahkan untuk dapen-dapen untuk bisa masuk. Jadi seperti cut loss provision itu penting nanti di Undang-Undang P2SK," kata Pandu.
Baca Juga: Danantara Bidik Kepemilikan Saham BEI 15% hingga 30%
Ia menambahkan, masuknya investor institusional seperti dana pensiun dan asuransi diharapkan dapat menyerap peningkatan porsi kepemilikan saham publik atau free float hingga 15%. Dengan demikian, likuiditas dan valuasi pasar saham domestik diharapkan semakin membaik. "Tentunya dengan sendirinya Dapen masuk valuasi akan membaik, nantinya kita akan bisa menjual saham-saham yang nantinya 15% (free float). Karena itu kan market yang perlu buyer dan selling," tambahnya.
Sebagai informasi, BEI dijadwalkan menggelar pertemuan daring dengan MSCI untuk membahas tindak lanjut rekomendasi yang telah disampaikan sebelumnya, setelah MSCI membekukan sementara rebalancing saham Indonesia dalam indeksnya. Pembekuan tersebut dilakukan karena MSCI menilai pasar saham Indonesia masih kurang kredibel dan investable, yang turut menekan pergerakan IHSG sejak akhir Januari lalu.
Baca Juga: Danantara Bidik Kepemilikan Saham BEI 15% hingga 30%
Ia menambahkan, masuknya investor institusional seperti dana pensiun dan asuransi diharapkan dapat menyerap peningkatan porsi kepemilikan saham publik atau free float hingga 15%. Dengan demikian, likuiditas dan valuasi pasar saham domestik diharapkan semakin membaik. "Tentunya dengan sendirinya Dapen masuk valuasi akan membaik, nantinya kita akan bisa menjual saham-saham yang nantinya 15% (free float). Karena itu kan market yang perlu buyer dan selling," tambahnya.
Sebagai informasi, BEI dijadwalkan menggelar pertemuan daring dengan MSCI untuk membahas tindak lanjut rekomendasi yang telah disampaikan sebelumnya, setelah MSCI membekukan sementara rebalancing saham Indonesia dalam indeksnya. Pembekuan tersebut dilakukan karena MSCI menilai pasar saham Indonesia masih kurang kredibel dan investable, yang turut menekan pergerakan IHSG sejak akhir Januari lalu.
(nng)
Lihat Juga :