Bali Masuki Era Baru Pembayaran Wisata Berbasis Aset Digital
Senin, 02 Februari 2026 - 22:00 WIB
loading...
Industri pariwisata Bali memasuki fase baru seiring perubahan perilaku finansial wisatawan global. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Industri pariwisata Bali memasuki fase baru seiring perubahan perilaku finansial wisatawan global yang semakin mengandalkan aset digital sebagai sumber daya beli. Transformasi ini mendorong kebutuhan sistem pembayaran yang mampu mengonversi aset digital menjadi Rupiah secara cepat, aman, dan patuh regulasi.
"Dengan Xepeng kami bisa bersaing dengan mereka yang melakukan transaksi pembayaran wallet-to-wallet crypto di pasar remang-remang, tanpa khawatir melanggar peraturan. Kami tidak menyentuh crypto sama sekali. Pembayaran yang kami terima bentuknya rupiah, ditransfer dari rekening rupiah juga," ujar Direktur Hallobali, Adi Arifin dalam keterangan pers, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: Ajang Maraton Mobil Run the Island 2026, Menghargai Setiap Langkah dan Perjalanan
Kehadiran Xepeng menjadi jawaban atas tantangan tersebut dengan menawarkan infrastruktur konversi yang memungkinkan wisatawan membayar menggunakan aset digital global, sementara merchant lokal menerima dana langsung dalam bentuk Rupiah. Skema ini menutup celah transaksi lintas batas yang selama ini menyebabkan potensi kehilangan penjualan di sektor perhotelan, restoran, hingga UMKM.
Selama ini, keterbatasan sistem pembayaran membuat banyak pelaku usaha di Bali kesulitan melayani wisatawan teknologi-sentris, termasuk kalangan digital nomad. Melalui mekanisme Xepeng, nilai aset digital internasional dapat diserap ke dalam sistem ekonomi lokal tanpa mengubah kebiasaan operasional merchant.
Keunggulan lain dari sistem ini adalah penghapusan risiko volatilitas aset digital bagi pelaku usaha. Seluruh proses konversi berlangsung di balik layar, sehingga merchant tidak perlu menyimpan, mengelola, ataupun memahami teknis aset kripto dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Baca Juga: Prabowo Undang Tokoh Dunia Hadiri Ocean Impact Summit Juni di Bali
Selain meningkatkan daya saing usaha, Xepeng juga mendorong transparansi ekonomi daerah. Setiap transaksi tercatat secara sistematis melalui dashboard terintegrasi, sehingga memudahkan pembukuan, pelaporan keuangan, dan akuntabilitas usaha, khususnya bagi UMKM pariwisata.
Sebagai infrastruktur konversi berbasis di Bali, Xepeng menegaskan komitmennya untuk mendukung ekosistem pembayaran internasional yang selaras dengan regulasi dan stabilitas ekonomi lokal. Fokus utama layanan ini adalah memastikan perputaran nilai ekonomi tetap terjadi di daerah tujuan wisata.
"Dengan Xepeng kami bisa bersaing dengan mereka yang melakukan transaksi pembayaran wallet-to-wallet crypto di pasar remang-remang, tanpa khawatir melanggar peraturan. Kami tidak menyentuh crypto sama sekali. Pembayaran yang kami terima bentuknya rupiah, ditransfer dari rekening rupiah juga," ujar Direktur Hallobali, Adi Arifin dalam keterangan pers, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: Ajang Maraton Mobil Run the Island 2026, Menghargai Setiap Langkah dan Perjalanan
Kehadiran Xepeng menjadi jawaban atas tantangan tersebut dengan menawarkan infrastruktur konversi yang memungkinkan wisatawan membayar menggunakan aset digital global, sementara merchant lokal menerima dana langsung dalam bentuk Rupiah. Skema ini menutup celah transaksi lintas batas yang selama ini menyebabkan potensi kehilangan penjualan di sektor perhotelan, restoran, hingga UMKM.
Selama ini, keterbatasan sistem pembayaran membuat banyak pelaku usaha di Bali kesulitan melayani wisatawan teknologi-sentris, termasuk kalangan digital nomad. Melalui mekanisme Xepeng, nilai aset digital internasional dapat diserap ke dalam sistem ekonomi lokal tanpa mengubah kebiasaan operasional merchant.
Keunggulan lain dari sistem ini adalah penghapusan risiko volatilitas aset digital bagi pelaku usaha. Seluruh proses konversi berlangsung di balik layar, sehingga merchant tidak perlu menyimpan, mengelola, ataupun memahami teknis aset kripto dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
Baca Juga: Prabowo Undang Tokoh Dunia Hadiri Ocean Impact Summit Juni di Bali
Selain meningkatkan daya saing usaha, Xepeng juga mendorong transparansi ekonomi daerah. Setiap transaksi tercatat secara sistematis melalui dashboard terintegrasi, sehingga memudahkan pembukuan, pelaporan keuangan, dan akuntabilitas usaha, khususnya bagi UMKM pariwisata.
Sebagai infrastruktur konversi berbasis di Bali, Xepeng menegaskan komitmennya untuk mendukung ekosistem pembayaran internasional yang selaras dengan regulasi dan stabilitas ekonomi lokal. Fokus utama layanan ini adalah memastikan perputaran nilai ekonomi tetap terjadi di daerah tujuan wisata.
(nng)
Lihat Juga :