COIN: Struktur Biaya Baru CFX Perkuat Likuiditas Pasar Kripto

Rabu, 04 Februari 2026 - 16:18 WIB
loading...
COIN: Struktur Biaya...
Direktur Utama COIN Ade Wahyu. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menegaskan dukungan terhadap langkah strategis anak usahanya, Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX), yang menyesuaikan struktur biaya transaksi bursa. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan strategi jangka panjang perseroan untuk meningkatkan volume transaksi dan memperdalam likuiditas pasar aset kripto nasional.

"Bursa Kripto CFX selaku perusahaan anak dari COIN senantiasa mengikuti dinamika pasar dan melihat saat ini adalah momentum yang tepat untuk mengeksekusi rencana tersebut guna meningkatkan daya saing industri aset kripto nasional di kancah global. Biaya yang lebih kompetitif akan menarik kembali konsumen lokal untuk bertransaksi di dalam negeri dan pada akhirnya dapat memperbesar pangsa pasar," ujar Direktur Utama COIN Ade Wahyu seperti dikutip, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi Tekan Capital Outflow Aset Kripto

Berdasarkan riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), tantangan utama industri aset kripto domestik adalah menciptakan likuiditas pasar yang dalam serta biaya transaksi yang kompetitif agar mampu bersaing di tingkat global. Riset tersebut juga mencatat sekitar 54,5 persen pengguna platform kripto berpotensi berpindah layanan jika biaya transaksi dinilai terlalu tinggi.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, Bursa Kripto CFX akan menurunkan biaya transaksi bursa dari 0,04% menjadi 0,02% mulai 1 Maret 2026. Penurunan lanjutan direncanakan menjadi 0,01% pada 1 Oktober 2026, sebagaimana diumumkan dalam acara CFX Cryptalk bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) di Jakarta.



COIN menilai penyesuaian struktur biaya ini merupakan langkah terukur untuk menjaga keberlanjutan industri aset kripto. Ade menyampaikan kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih efisien dan menarik bagi pelaku pasar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Upbit Indonesia Bagikan...
Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah Memulai Investasi Kripto bagi Pemula
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Rekomendasi
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved