Perkuat Daya Saing, SIG Latih 500 Ahli Bangunan di Lima Provinsi
Rabu, 04 Februari 2026 - 16:58 WIB
loading...
Peserta pelatihan praktik mengerjakan plester dinding bata merah saat Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (1/2/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia sektor konstruksi. Program ini menjadi bagian dari dukungan SIG terhadap agenda pembangunan SDM nasional menuju Indonesia Emas 2045.
"Ahli bangunan berperan penting dalam mewujudkan rancangan menjadi sebuah bangunan kokoh dan berkelanjutan. Selain bekal keterampilan, aspek K3 menjadi bagian tak terpisahkan untuk menjaga kelancaran dan keberlanjutan proyek. Karena itu, Bulan K3 Nasional 2026 menjadi momentum bagi SIG untuk mengajak para ahli bangunan untuk meningkatkan kesadaran dan mengimplementasikan aspek K3 setiap menjalankan pekerjaan," kata Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan seperti dikutip Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: SIG Pasok 115.609 Ton Semen untuk Pembangunan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia
Program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG diikuti oleh 500 peserta dan diselenggarakan serentak pada Minggu (1/2/2026) di lima daerah, yakni Kabupaten Bogor (Jawa Barat), Kota Palembang (Sumatra Selatan), Kota Bengkulu (Bengkulu), Kota Malang (Jawa Timur), dan Kota Kendari (Sulawesi Tenggara). Kegiatan ini berhasil meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pelatihan Tukang Bangunan Serentak di Provinsi Terbanyak.
Mengusung tema "Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia", peserta dibekali materi pengetahuan dasar semen dan beton, prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3), metode konstruksi yang efektif dan efisien, serta pengenalan produk SIG. Selain itu, peserta juga mengikuti praktik pemasangan material hingga plesteran, sementara proses sertifikasi dilakukan melalui wawancara dan uji keterampilan langsung di lapangan.
Dicky mengatakan, program ini mencerminkan konsistensi SIG dalam mendukung peningkatan kompetensi ahli bangunan sebagai ujung tombak pembangunan nasional agar semakin terampil, profesional, dan bersertifikat. Program ini juga menjadi langkah strategis SIG untuk memperkuat sinergi dengan para ahli bangunan sebagai mitra utama dalam ekosistem bisnis perseroan.
Baca Juga: SIG Bukukan Laba Rp114,84 Miliar, Catat Penjualan 27,46 Juta Ton
Ia menambahkan, keberhasilan memecahkan Rekor MURI menjadi motivasi bagi seluruh insan SIG untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah bagi mitra.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh Insan SIG untuk terus berinovasi memberikan nilai tambah dan manfaat bagi para mitra khususnya ahli bangunan," ujar Dicky.
SIG juga memperkenalkan aplikasi Jago Bangunan sebagai penanda dimulainya program Akademi Jago Bangunan. Aplikasi ini menjadi wadah pengembangan kompetensi ahli bangunan melalui akses e-learning, katalog produk, komunitas, layanan konsultasi teknis, serta fitur perhitungan rencana anggaran bangunan.
SIG menargetkan program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan akan diperluas ke lebih dari 100 kabupaten/kota dengan total peserta mencapai lebih dari 5.000 orang. Hingga kini, jumlah anggota Komunitas Jago Bangunan SIG telah mencapai 14.941 orang, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat kualitas SDM konstruksi nasional.
"Ahli bangunan berperan penting dalam mewujudkan rancangan menjadi sebuah bangunan kokoh dan berkelanjutan. Selain bekal keterampilan, aspek K3 menjadi bagian tak terpisahkan untuk menjaga kelancaran dan keberlanjutan proyek. Karena itu, Bulan K3 Nasional 2026 menjadi momentum bagi SIG untuk mengajak para ahli bangunan untuk meningkatkan kesadaran dan mengimplementasikan aspek K3 setiap menjalankan pekerjaan," kata Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan seperti dikutip Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: SIG Pasok 115.609 Ton Semen untuk Pembangunan Kilang Minyak Terbesar di Indonesia
Program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan SIG diikuti oleh 500 peserta dan diselenggarakan serentak pada Minggu (1/2/2026) di lima daerah, yakni Kabupaten Bogor (Jawa Barat), Kota Palembang (Sumatra Selatan), Kota Bengkulu (Bengkulu), Kota Malang (Jawa Timur), dan Kota Kendari (Sulawesi Tenggara). Kegiatan ini berhasil meraih Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pelatihan Tukang Bangunan Serentak di Provinsi Terbanyak.
Mengusung tema "Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia", peserta dibekali materi pengetahuan dasar semen dan beton, prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3), metode konstruksi yang efektif dan efisien, serta pengenalan produk SIG. Selain itu, peserta juga mengikuti praktik pemasangan material hingga plesteran, sementara proses sertifikasi dilakukan melalui wawancara dan uji keterampilan langsung di lapangan.
Dicky mengatakan, program ini mencerminkan konsistensi SIG dalam mendukung peningkatan kompetensi ahli bangunan sebagai ujung tombak pembangunan nasional agar semakin terampil, profesional, dan bersertifikat. Program ini juga menjadi langkah strategis SIG untuk memperkuat sinergi dengan para ahli bangunan sebagai mitra utama dalam ekosistem bisnis perseroan.
Baca Juga: SIG Bukukan Laba Rp114,84 Miliar, Catat Penjualan 27,46 Juta Ton
Ia menambahkan, keberhasilan memecahkan Rekor MURI menjadi motivasi bagi seluruh insan SIG untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah bagi mitra.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh Insan SIG untuk terus berinovasi memberikan nilai tambah dan manfaat bagi para mitra khususnya ahli bangunan," ujar Dicky.
SIG juga memperkenalkan aplikasi Jago Bangunan sebagai penanda dimulainya program Akademi Jago Bangunan. Aplikasi ini menjadi wadah pengembangan kompetensi ahli bangunan melalui akses e-learning, katalog produk, komunitas, layanan konsultasi teknis, serta fitur perhitungan rencana anggaran bangunan.
SIG menargetkan program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan akan diperluas ke lebih dari 100 kabupaten/kota dengan total peserta mencapai lebih dari 5.000 orang. Hingga kini, jumlah anggota Komunitas Jago Bangunan SIG telah mencapai 14.941 orang, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat kualitas SDM konstruksi nasional.
(nng)
Lihat Juga :