FertInnovation Challenge 2025 Memacu Ribuan Inovator Perkuat Kemandirian Pangan
Jum'at, 06 Februari 2026 - 22:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Prabowo: Inovasi Pertanian Brasil Jadi Contoh di Indonesia
"Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi," kata Jamsaton.
Para inovator ini mendapatkan hadiah hingga miliaran rupiah, dimana Best Innovation atau Juara 1 dari masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah Rp30 juta, kemudian Juara 2 dari setiap kategori menerima Rp20 juta, dan Juara 3 per kategori memperoleh Rp10 juta.
Selain apresiasi terhadap para pemenang, FertInnovation Challenge 2025 juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri hingga Rp2 miliar.
Disampaikan Jamsaton, FertInnovation Challenge hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan dunia industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi yang terintegrasi. FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif, berkelanjutan dan berdampak.
"Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional," tandas Jamsaton.
Ia menegaskan, penyelenggaraan tahun ini semakin menegaskan peran Pupuk Indonesia sebagai innovation enabler dalam sektor agribisnis. Melalui pendekatan open innovation, perusahaan mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempercepat hilirisasi riset serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
"Kami berharap upaya dan kolaborasi yang kita bangun melalui FertInnovation ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa," tutup Rahmad.
"Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi," kata Jamsaton.
Para inovator ini mendapatkan hadiah hingga miliaran rupiah, dimana Best Innovation atau Juara 1 dari masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah Rp30 juta, kemudian Juara 2 dari setiap kategori menerima Rp20 juta, dan Juara 3 per kategori memperoleh Rp10 juta.
Selain apresiasi terhadap para pemenang, FertInnovation Challenge 2025 juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri hingga Rp2 miliar.
Disampaikan Jamsaton, FertInnovation Challenge hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan dunia industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi yang terintegrasi. FertInnovation Challenge bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem inovasi yang kolaboratif, berkelanjutan dan berdampak.
"Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional," tandas Jamsaton.
Ia menegaskan, penyelenggaraan tahun ini semakin menegaskan peran Pupuk Indonesia sebagai innovation enabler dalam sektor agribisnis. Melalui pendekatan open innovation, perusahaan mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempercepat hilirisasi riset serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
"Kami berharap upaya dan kolaborasi yang kita bangun melalui FertInnovation ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa," tutup Rahmad.
Daftar Pemenang FertInnovation Challenge 2025
Kategori Precision & Digital FarmingLihat Juga :