Bitcoin Terperosok ke USD60.000, Aksi Jual Institusi dan Likuidasi Picu Kekacauan

Sabtu, 07 Februari 2026 - 09:20 WIB
loading...
Bitcoin Terperosok ke...
Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam dan sempat menyentuh level USD60.000 pada perdagangan Jumat (6/2). FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam dan sempat menyentuh level USD60.000 pada perdagangan Jumat (6/2) di tengah tekanan jual besar di pasar kripto. Gelombang likuidasi posisi leverage dan aksi jual investor institusional menjadi faktor utama pelemahan tersebut.

"Ketika tekanan jual terjadi bersamaan, pasar kripto bisa bergerak sangat cepat karena banyak posisi ditutup dalam waktu yang sama," ujar Vice President Indodax Antony Kusuma dalam pernyataannya dikutip Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga: Harga Bitcoin Naik ke Rp1,6 Miliar, Data Inflasi AS Redam Kekhawatiran Pasar Kripto

Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di pasar kripto tercatat melampaui USD1,8 miliar, dengan mayoritas berasal dari posisi long. Lebih dari 500.000 trader terdampak, termasuk satu posisi Bitcoin bernilai lebih dari USD12 juta yang terlikuidasi di bursa global.



Tekanan jual juga terlihat dari aktivitas investor institusional melalui exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot. ETF milik BlackRock, IBIT, mencatat lonjakan volume perdagangan harian hingga melampaui USD10 miliar, bersamaan dengan penurunan harga dan arus keluar dana yang menunjukkan aksi lepas kepemilikan.

Dari sisi teknikal, Antony menilai Bitcoin kehilangan area support penting di kisaran USD65.000 hingga USD62.000. Jebolnya level tersebut memicu rangkaian stop-loss dan membuka ruang penurunan lebih lanjut ke area USD60.000.

"Bitcoin telah kehilangan area support di kisaran USD65.000 hingga USD62.000. Jebolnya level tersebut memicu stop-loss beruntun dan membuka ruang penurunan ke area USD60.000," kata Antony.

Baca Juga: Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Kembali Turun di Bawah USD90.000

Pelemahan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum sempat turun di bawah USD1.800, sementara Solana menembus level USD70, menandakan tekanan jual meluas di pasar kripto. Antony menegaskan kondisi ini mencerminkan fase risk-off global, di mana investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di tengah pengetatan likuiditas dan data ekonomi global yang kurang menggembirakan. Ia menilai arah pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada stabilitas sentimen global.

"Yang terjadi hari ini bukan hanya soal kripto. Tekanan juga terlihat di pasar saham teknologi dan aset berisiko lain. Di mana, ketika investor global mengurangi eksposur risiko, kripto biasanya juga ikut terdampak," tegas dia.

Di tengah volatilitas tinggi, pelaku pasar diimbau mengedepankan manajemen risiko dan strategi investasi yang terukur. Antony menyarankan pendekatan bertahap seperti dollar cost averaging (DCA) serta penggunaan dana khusus investasi agar risiko fluktuasi jangka pendek dapat diminimalkan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Petani Sawit Apresiasi...
Petani Sawit Apresiasi PKS Taat HPP di Tengah Anjloknya Harga TBS
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
Upbit Indonesia Bagikan...
Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah Memulai Investasi Kripto bagi Pemula
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Rekomendasi
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved