Moody's Revisi Outlook 5 Bank Besar Indonesia, BTN Angkat Suara

Minggu, 08 Februari 2026 - 18:09 WIB
loading...
Moodys Revisi Outlook...
BTN angkat suara usai lembaga pemeringkat internasional, Moodys mengoreksi outlook lima bank Indonesia, yang sebelumnya di level stabil menjadi negatif. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional, Moody's mengoreksi outlook lima bank Indonesia, yang sebelumnya di level stabil menjadi negatif, dengan peringkat kredit tetap sama pada awal Februari 2026. Prediktabilitas kebijakan yang berkorelasi dengan tata kelola pemerintahan baik secara moneter dan fiskal mempengaruhi penilaian Moody's.

Masuk dalam lima bank yang disorot Moody's, Bank BTN meyakini kredibilitas kebijakan perbankan dalam jalur semestinya. Corporate Secretary BTN , Ramon Armando menitikberatkan bahwa penurunan outlook oleh Moody’s untuk lima bank besar di Indonesia tersebut karena didorong oleh penurunan outlook kredit sovereign (Indonesia) dari stabil menjadi negatif.

"Kendati outlook BTN diturunkan, BTN tetap memiliki credit rating di level investment grade dengan fundamental keuangan yang tetap terjaga, baik dari sisi permodalan, likuiditas, maupun kualitas aset," kata Ramon dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/2/2026).

Baca Juga: Danantara, Moody's, dan Harga Kepastian

Ramon mengatakan, bahwa BTN bakal terus memastikan bahwa penyaluran kredit dilakukan secara selektif, ditopang oleh pengelolaan risiko yang prudent serta menjaga kepercayaan pasar dan investor di tengah dinamika ekonomi yang ada.

"BTN berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kredit dengan menerapkan manajemen risiko yang ketat serta peningkatan di sisi proses bisnis yang lebih cermat, terukur, dan disiplin," ungkapnya.

Selain itu, Ramon juga menekankan BTN mengapresiasi langkah pemerintah dan regulator dalam memberikan dukungan kepada industri perbankan nasional melalui stimulus fiskal dan moneter.

"(Ini) untuk membantu perbankan dalam mengoptimalisasi fungsi intermediasinya dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan sehat ke depannya," tukasnya.

Baca Juga: Moody's Sorot Danantara hingga Pangkas Kredit Indonesia jadi Negatif, Ini Kata Pemerintah

Adapun berdasar penilaian Moody's, BTN menghadapi tantangan struktural, seperti soal tingginya porsi restrukturisasi kredit dan rendahnya tingkat likuiditas. "Peringkat simpanan Baa2 BTN mencerminkan probabilitas dukungan pemerintah yang sangat tinggi, mengingat peran sistemik BTN dan kepemilikan mayoritas pemerintah," tulis Moody’s.

Ada bank BUMN dan satu bank swasta nasional yang disinggung oleh Moody's. Kelimanya mendapat penilaian negatif dari sebelumnya stabil pada konteks outlook kredit.



Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings mengubah outlook atau prospek lima bank di Indonesia pada Jumat, 6 Februari 2026 menjadi negatif dari stabil. Langkah Moody’s ini dilakukan setelah mempertahankan peringkat Indonesia di Baa2 (investment grade) dan mengubah prospek atau outlook menjadi negatif dari stabil pada 5 Februari 2026.

Lima bank itu antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Rupiah Terus Tergerus,...
Rupiah Terus Tergerus, OJK Sebut Industri Perbankan RI Masih Memadai Hadapi Ancaman
BSSN-Asbanda Kolaborasi...
BSSN-Asbanda Kolaborasi Perkuat Keamanan Siber Perbankan Daerah
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Kolaborasi Dorong Inklusi...
Kolaborasi Dorong Inklusi Keuangan Digital di Indonesia
Bank Indonesia Buka...
Bank Indonesia Buka Rekrutmen Special Hire dan PKWT 2026, Daftar Hari Ini
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Berita Terkini
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved