Lepas Ketergantungan Dolar AS, BRICS Siapkan Arah Baru di KTT 2026

Senin, 09 Februari 2026 - 08:18 WIB
loading...
Lepas Ketergantungan...
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang akan dipimpin India di New Delhi pada 2026 diperkirakan menjadi momentum penting bagi arah baru kelompok ini. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 yang akan dipimpin India di New Delhi pada 2026 diperkirakan menjadi momentum penting bagi arah baru kerja sama ekonomi blok tersebut. Meski jadwal pelaksanaannya belum diumumkan, pengaruh ekonomi aliansi negara berkembang itu terus meningkat seiring penguatan koordinasi antaranggota.

Pertemuan puncak itu akan mengusung tema “Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan” dengan pendekatan yang menempatkan kesejahteraan sebagai prioritas. Agenda tersebut diharapkan menjadi landasan bagi penguatan peran BRICS dalam percaturan ekonomi global.

Baca Juga: Anggota BRICS Saling Gebuk, Afrika Selatan Siap Kerek Tarif 50% untuk China dan India

Dikutip dari laporan Watcher Guru, agenda BRICS untuk 2026 disusun dengan tema "Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan". Visi ini disebut sebagai “kemanusiaan pertama”, dengan pendekatan yang berbeda dan menempatkan kesejahteraan sebagai prioritas.

Tema tersebut juga dijadikan akronim BRICS 2026, yakni Building for Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability. Berbagai isu strategis akan dibahas dalam KTT ke-18 yang dinilai berpotensi memengaruhi arah kebijakan dan peran aliansi ke depan.



Sejumlah tujuan utama yang menjadi perhatian meliputi perluasan penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan dan transaksi lintas negara, serta pembahasan kemungkinan mekanisme keuangan berbasis emas. Selain itu, negara-negara anggota akan mendiskusikan strategi ekspansi dengan negara baru maupun mitra.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Rekomendasi
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Hungaria 2026, Hapus Dahaga Gelar 266 Hari
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved