Reaktivasi Otomatis 11 Juta Peserta PBI BPJS Kesehatan, Purbaya Siapkan Rp15 Miliar

Senin, 09 Februari 2026 - 16:12 WIB
loading...
Reaktivasi Otomatis...
Menkeu Purbaya memastikan, bahwa kendala anggaran tidak akan menghalangi proses reaktivasi otomatis 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang sempat dinonaktifkan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, bahwa kendala anggaran tidak akan menghalangi proses reaktivasi otomatis 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang sempat dinonaktifkan. Menkeu menyatakan siap mencairkan dana sebesar Rp15 miliar yang diminta Menteri Kesehatan untuk mendukung masa transisi selama tiga bulan ke depan.

Sebelumnya Pemerintah memutuskan 11 juta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI-JK) atau PBI BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan dalam putaran terakhir tetap mendapatkan pelayanan gratis selama tiga bulan ke depan.

Baca Juga: Penonaktifan 7,3 Juta Penerima Bantuan Jaminan Kesehatan, DPR: Negara Jangan Gegabah

Kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada rapat konsultasi pengelola data jaminan sosial, Senin 9 Februari 2026. Purbaya menegaskan bahwa dana tersebut sudah tersedia dalam pos anggaran kesehatan dan hanya tinggal menunggu koordinasi teknis dengan pihak BPJS Kesehatan.

"Nanti kan BPJS tinggal minta ke saya, itu ada satu anggaran yang masih dibintangin dia tinggal perbaiki atau tinggal datang ke saya, mungkin minggu ini juga cair. Jadi nggak ada masalah. Nggak terlalu besar kan," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Senin (9/2/2026).



Purbaya menegaskan, bahwa pendanaan untuk reaktivasi ini akan disalurkan melalui kementeriannya melalui sektor kesehatan. Dengan nada lugas, ia menjamin ketersediaan likuiditas untuk kebijakan mendesak ini.

"Lewat kesehatan itu dari kita. Lewat kesehatan jatuhnya. Yang punya duit kan saya," tambahnya.

Saat ini, pemerintah telah mengalokasikan total Rp56,7 triliun untuk membiayai iuran 96,8 juta peserta PBI. Meski terdapat kuota tetap, Purbaya menyatakan, bahwa anggaran negara bersifat fleksibel untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan demi menjaga keberlangsungan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

"Ya kita atur kalau emang ada lonjakan yang signifikan ya tambah. Ini kan fleksibel semua... Kalau emang diperlukan karena menjaga BPJS-nya supaya tetap sehat,” ungkap Purbaya.

Baca Juga: 8 Juta Penerima Peserta Bantuan Iuran JKN Dicoret, Mensos: Digantikan yang Miskin Ekstrem

Selain dana reaktivasi singkat tersebut, Purbaya mengungkapkan bahwa pemerintah sebenarnya telah menyuntikkan dana sebesar Rp20 triliun ke BPJS Kesehatan. Namun, pencairan dana jumbo tersebut masih menunggu kejelasan program dan proposal resmi dari manajemen BPJS Kesehatan.

Menurut Purbaya, sebesar Rp10 triliun rencananya dialokasikan untuk memperkuat permodalan, namun detail penggunaannya belum dipaparkan secara jelas oleh pihak BPJS kepada Kementerian Keuangan.

"Kita udah injek 20 triliun loh ke BPJS. Udah masuk tinggal cair aja. Tapi program mereka belum jelas mau diapain itu... Harus ajukan proposal ke saya. Kalau clear baru kita keluarkan. Mereka masih bingung. Jadi bukan salah saya tuh," tegas Purbaya.

Melalui kepastian pencairan dana Rp15 miliar ini, pemerintah berharap kegaduhan terkait akses layanan kesehatan bagi 11 juta warga dapat segera teratasi dalam pekan ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pascaramai Diprotes,...
Pascaramai Diprotes, Menkeu Purbaya Klaim 95,45% Pencairan JHT Bebas Pajak
Permudah Layanan Digital,...
Permudah Layanan Digital, BPJS Kesehatan Luncurkan REHAB 3.0 dan PASTI JKN
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Rekomendasi
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Aturan Tutup Mulut FIFA...
Aturan Tutup Mulut FIFA Kembali Makan Korban
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
Berita Terkini
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
Investor RI Mulai Lirik...
Investor RI Mulai Lirik Saham AI Global, Bittime Hadirkan Fitur Earn
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
Grand Filano Ramai di...
Grand Filano Ramai di Medsos, Warganet Soroti Bobot Ringan hingga Irit BBM
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Infografis
Tank AS Senilai Rp377...
Tank AS Senilai Rp377 Miliar Dikalahkan Drone Rusia Rp8 Juta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved