IMF Sangkal Kiamat Dolar AS Sudah Dekat, Yakin Masih Jadi Penguasa Dunia

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:01 WIB
loading...
IMF Sangkal Kiamat Dolar...
IMF menepis kekhawatiran akan berakhirnya dominasi dolar AS. FOTO/Sputnik Africa
A A A
JAKARTA - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, menepis kekhawatiran akan berakhirnya dominasi dolar AS. Ia mengingatkan pelaku pasar untuk tidak terbawa oleh fluktuasi nilai tukar jangka pendek yang terjadi belakangan ini.

"Saya tidak melihat adanya perubahan peran dolar dalam waktu dekat," ujar pimpinan IMF tersebut kepada Bloomberg dalam sebuah wawancara dikutip dari Seeking Alpha, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Petrodolar Tergerus, 20% Transaksi Minyak Global Beralih ke Mata Uang Lokal

Georgieva menegaskan bahwa fondasi dolar AS tetap kuat. Ia menyoroti kedalaman dan likuiditas pasar modal Amerika Serikat, skala ekonominya, serta semangat kewirausahaan sebagai faktor utama yang menopang peran global mata uang itu.



Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pelemahan nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, yang turun sekitar 10% dalam setahun terakhir. Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran atas kondisi fiskal AS dan menurunnya tingkat kepercayaan terhadap Presiden Donald Trump.

Meski ada laporan bahwa regulator China mendesak bank-bank untuk membatasi eksposur terhadap surat utang AS, data menunjukkan pengaruhnya terbatas. Kepemilikan China atas utang Treasury AS kini kurang dari 2% dari total yang beredar, jauh menurun dibandingkan satu dekade lalu.

Baca Juga: Israel Melobi AS untuk Cegah Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi

Georgieva juga melihat sisi positif dari pelemahan dolar bagi perekonomian global. Ia mencatat hal itu dapat meringankan beban utang berbasis dolar bagi banyak negara berkembang dan menurunkan biaya pinjaman. IMF menilai laporan tentang "kiamat dolar" sebagai sebuah keberlebihan. Georgieva mengajak semua pihak untuk melihat faktor fundamental yang membuat dolar AS tetap menjadi mata uang utama dalam sistem keuangan internasiona
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Rekomendasi
Konser I Love RCTI Cimahi...
Konser I Love RCTI Cimahi Siap Guncang Panggung dengan Armada, Trio Macan hingga Shabrina Leanor!
Cara Praktis Pemesanan...
Cara Praktis Pemesanan Tiket Pesawat untuk Efisiensi Perjalanan Bisnis
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Berita Terkini
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved