Purbaya Sebut APBN Masih Sanggup Bayarin Utang Kereta Whoosh
Jum'at, 13 Februari 2026 - 23:15 WIB
loading...
A
A
A
Dony menjelaskan, saat ini pihaknya tengah melakukan penjajakan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait utang hingga kerugian yang saat ini masih dimiliki oleh perusahaan patungan dengan China itu.
"Sedang kita lakukan penjajakan, tentu akan kita bereskan (utang kereta cepat) proses itu. Kemarin kan Dirut KAI juga sudah menyampaikan di DPR, kita bereskan, masuk dalam RKAP kita tahun ini," ujarnya saat ditemui di Smesco, Jumat (22/8/2025).
Beban utang PT KCIC menjadi sorotan disamping pendapatan yang minim. Tercatat, perusahaan itu masih menelan kerugian sebesar Rp1,6 triliun pada semester I 2025. Jumlah ini berkurang jika dibandingkan kerugian pada Semester I 2024 sebesar Rp2,3 triliun.
Sekedar informasi, PT KCIC merupakan perusahaan patungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok, melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Komposisinya, PT PSBI memiliki 60% saham atas Whoosh, sedangkan Beijing Yawan HSR Co. Ltd memegang porsi 40%. PT KAI dalam hal ini menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 58,53%.
"Sedang kita lakukan penjajakan, tentu akan kita bereskan (utang kereta cepat) proses itu. Kemarin kan Dirut KAI juga sudah menyampaikan di DPR, kita bereskan, masuk dalam RKAP kita tahun ini," ujarnya saat ditemui di Smesco, Jumat (22/8/2025).
Beban utang PT KCIC menjadi sorotan disamping pendapatan yang minim. Tercatat, perusahaan itu masih menelan kerugian sebesar Rp1,6 triliun pada semester I 2025. Jumlah ini berkurang jika dibandingkan kerugian pada Semester I 2024 sebesar Rp2,3 triliun.
Sekedar informasi, PT KCIC merupakan perusahaan patungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok, melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd.
Komposisinya, PT PSBI memiliki 60% saham atas Whoosh, sedangkan Beijing Yawan HSR Co. Ltd memegang porsi 40%. PT KAI dalam hal ini menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 58,53%.
(akr)
Lihat Juga :