MenpanRB Beri Semangat ASN yang Bekerja di IKN: Wajah Peradaban Baru Indonesia
Senin, 16 Februari 2026 - 08:07 WIB
loading...
MenPANRB, Rini Widyantini menegaskan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan momentum untuk membangun cara baru dalam tata kelola pemerintahan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( MenPANRB ), Rini Widyantini menegaskan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) merupakan momentum untuk membangun cara baru dalam tata kelola pemerintahan.Menurutnya, IKN bukan sekadar perpindahan pusat pemerintahan, melainkan kesempatan untuk merancang ulang cara negara bekerja, mengambil keputusan, dan menghadirkan pelayanan publik yang lebih terintegrasi.
Ia menilai kualitas birokrasi yang tumbuh di IKN akan menjadi wajah peradaban baru Indonesia ke depan. Menteri Rini menggambarkan IKN sebagai ruang untuk membangun smart governance sejak awal, bukan sekadar memperbaiki sistem yang sudah ada.
Baca Juga: Hormat bagi ASN yang Hijrah ke IKN, Semangat!
Melalui konsep layanan berbagi pakai seperti shared office dan shared system, kolaborasi antarinstansi didorong semakin kuat, fasilitas dapat dimanfaatkan bersama, dan proses kerja menjadi lebih cepat serta efisien.
Selain itu, MenPANRB juga menyampaikan bahwa IKN lahir di era disrupsi, ASN IKN harus siap memimpin perubahan. IKN adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ASN mampu bekerja lintas sektor, mengelola konflik kepentingan, menghadirkan layanan terintegrasi, membangun budaya melayani dan bergerak dalam shared outcome.
"ASN IKN merupakan pelopor yang bukan hanya menata, namun mereka juga memulai dari awal. Bukan hanya memperbaiki sistem, namun mereka membangun satu peradaban dan tata kelola baru yang nantinya ketika para ASN datang sudah disiapkan," ujarnya dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: ASN Pindah ke IKN Boyong Keluarga, Komponen Biaya Ini Ditanggung Negara
MenPANRB menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan kota cerdas terletak pada kualitas manusianya. Aparatur dituntut terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memahami ekosistem digital yang akan menjadi tulang punggung tata kelola pemerintahan di masa depan.
Standar kompetensi digital yang jelas dan terukur, disertai pemetaan yang terintegrasi, dinilai penting untuk memastikan transformasi birokrasi di IKN berjalan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto berharap bahwa momentum bersama MenPANRB ini bisa dijadikan semangat untuk ASN di IKN dalam membangun tata kelola masa depan.
"Kehadiran Ibu Menteri PANRB memberikan semangat bagi kita semua yang bekerja di Nusantara," ujar Bimo.
Ia menilai kualitas birokrasi yang tumbuh di IKN akan menjadi wajah peradaban baru Indonesia ke depan. Menteri Rini menggambarkan IKN sebagai ruang untuk membangun smart governance sejak awal, bukan sekadar memperbaiki sistem yang sudah ada.
Baca Juga: Hormat bagi ASN yang Hijrah ke IKN, Semangat!
Melalui konsep layanan berbagi pakai seperti shared office dan shared system, kolaborasi antarinstansi didorong semakin kuat, fasilitas dapat dimanfaatkan bersama, dan proses kerja menjadi lebih cepat serta efisien.
Selain itu, MenPANRB juga menyampaikan bahwa IKN lahir di era disrupsi, ASN IKN harus siap memimpin perubahan. IKN adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa ASN mampu bekerja lintas sektor, mengelola konflik kepentingan, menghadirkan layanan terintegrasi, membangun budaya melayani dan bergerak dalam shared outcome.
"ASN IKN merupakan pelopor yang bukan hanya menata, namun mereka juga memulai dari awal. Bukan hanya memperbaiki sistem, namun mereka membangun satu peradaban dan tata kelola baru yang nantinya ketika para ASN datang sudah disiapkan," ujarnya dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: ASN Pindah ke IKN Boyong Keluarga, Komponen Biaya Ini Ditanggung Negara
MenPANRB menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan kota cerdas terletak pada kualitas manusianya. Aparatur dituntut terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memahami ekosistem digital yang akan menjadi tulang punggung tata kelola pemerintahan di masa depan.
Standar kompetensi digital yang jelas dan terukur, disertai pemetaan yang terintegrasi, dinilai penting untuk memastikan transformasi birokrasi di IKN berjalan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto berharap bahwa momentum bersama MenPANRB ini bisa dijadikan semangat untuk ASN di IKN dalam membangun tata kelola masa depan.
"Kehadiran Ibu Menteri PANRB memberikan semangat bagi kita semua yang bekerja di Nusantara," ujar Bimo.
(akr)
Lihat Juga :