Linktown Borong Penghargaan di Ajang Summarecon Awards 2026
Senin, 16 Februari 2026 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Deryan Nataniel, Co-Founder Linktown, kesuksesan Linktown dalam waktu yang relatif singkat tidak terlepas dari beberapa strategi utama. Pertama, fokus pada primary market dengan membangun relasi kuat dan eksklusif bersama developer.
Kedua, sistem dan SOP yang jelas. Di mana seluruh proses penjualan terstandarisasi. Ketiga, pelatihan intensif dan berkelanjutan untuk membentuk agen profesional dan produktif. Keempat, pemanfaatan teknologi internal guna memudahkan monitoring performa dan database management. Kelima, budaya perusahaan yang kuat: kolaboratif, kompetitif secara sehat, dan berorientasi pada hasil.
Lebih lanjut, Deryan Nataniel menerangkan, dibandingkan agen properti lain, Linktown memiliki sejumlah keunggulan utama. Pertama, keunggulan SDM. “Agen kami mendapatkan pelatihan rutin, coaching, serta pendampingan dengan sistem evaluasi berbasis performa yang transparan,” katanya.
Kedua, keunggulan teknologi yang didukung CRM terintegrasi, sistem tracking leads dan closing, serta data analytics untuk membantu agen membaca tren pasar secara lebih akurat. Ketiga, keunggulan dalan promosi dan pemasaran. Linktown memiliki tim marketing support yang membantu materi promosi, strategi digital marketing terpusat, serta event dan activation yang terencana. Baca juga: REI Dukung Pemerintah Gunakan Instrumen Perumahan Atasi Kemiskinan
Keempat, hubungan baik dengan developer. “Kami menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan para pengembang sehingga memiliki pemahaman mendalam terhadap produk yang dipasarkan,” paparnya.
Di sisi lain, Linktown juga menaruh perhatian besar pada kualitas agen yang menjadi ujung tombak pemasaran properti di lapangan. “Profil agen ideal menurut kami adalah individu yang berintegritas tinggi, komunikatif dan mampu membangun relasi, adaptif terhadap teknologi, konsisten dan memiliki mindset jangka panjang, serta berorientasi pada solusi, bukan sekadar penjualan,” jelasnya.
Untuk itu, proses rekrutmen pun dilakukan secara selektif, berbasis karakter dan motivasi, dilanjutkan dengan wawancara mendalam untuk mengukur mindset dan komitmen. Agen baru akan mengikuti program onboarding dan training dasar sebelum aktif memasarkan, serta mendapatkan pendampingan langsung dari leader atau mentor.
Kedua, sistem dan SOP yang jelas. Di mana seluruh proses penjualan terstandarisasi. Ketiga, pelatihan intensif dan berkelanjutan untuk membentuk agen profesional dan produktif. Keempat, pemanfaatan teknologi internal guna memudahkan monitoring performa dan database management. Kelima, budaya perusahaan yang kuat: kolaboratif, kompetitif secara sehat, dan berorientasi pada hasil.
Lebih lanjut, Deryan Nataniel menerangkan, dibandingkan agen properti lain, Linktown memiliki sejumlah keunggulan utama. Pertama, keunggulan SDM. “Agen kami mendapatkan pelatihan rutin, coaching, serta pendampingan dengan sistem evaluasi berbasis performa yang transparan,” katanya.
Kedua, keunggulan teknologi yang didukung CRM terintegrasi, sistem tracking leads dan closing, serta data analytics untuk membantu agen membaca tren pasar secara lebih akurat. Ketiga, keunggulan dalan promosi dan pemasaran. Linktown memiliki tim marketing support yang membantu materi promosi, strategi digital marketing terpusat, serta event dan activation yang terencana. Baca juga: REI Dukung Pemerintah Gunakan Instrumen Perumahan Atasi Kemiskinan
Keempat, hubungan baik dengan developer. “Kami menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan para pengembang sehingga memiliki pemahaman mendalam terhadap produk yang dipasarkan,” paparnya.
Di sisi lain, Linktown juga menaruh perhatian besar pada kualitas agen yang menjadi ujung tombak pemasaran properti di lapangan. “Profil agen ideal menurut kami adalah individu yang berintegritas tinggi, komunikatif dan mampu membangun relasi, adaptif terhadap teknologi, konsisten dan memiliki mindset jangka panjang, serta berorientasi pada solusi, bukan sekadar penjualan,” jelasnya.
Untuk itu, proses rekrutmen pun dilakukan secara selektif, berbasis karakter dan motivasi, dilanjutkan dengan wawancara mendalam untuk mengukur mindset dan komitmen. Agen baru akan mengikuti program onboarding dan training dasar sebelum aktif memasarkan, serta mendapatkan pendampingan langsung dari leader atau mentor.
(poe)
Lihat Juga :