Prabowo Terbang ke AS Bertemu Trump, Amankan Pembebasan Tarif CPO dan Kopi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:47 WIB
loading...
Prabowo Terbang ke AS...
Presiden Prabowo Subianto berangkat menuju Washington DC, Amerika Serikat (AS). FOTO/Instagram/Sekretariat Kabinet
A A A
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Washington DC, Amerika Serikat (AS) guna melakukan kunjungan kerja dan pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump. Kunjungan kenegaraan ini difokuskan pada penguatan hubungan strategis serta penandatanganan kesepakatan dagang bersejarah yang diharapkan memperkokoh posisi ekonomi Indonesia di kancah global.

"Pertemuan membicarakan terkait update perundingan Indonesia-Amerika dan disampaikan Bapak Presiden rencananya akan hadir di Amerika Serikat pada tanggal 19 Februari. Di sekitar tanggal tersebut, rencananya akan dilaksanakan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART)," ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto dalam keterangan resmi, Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Terbang ke Amerika Serikat, Bakal Bertemu Trump

Prabowo beserta rombongan terbatas lepas landas melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin siang. Sebelum keberangkatan, Kepala Negara telah mengumpulkan sejumlah menteri sektor ekonomi di kediamannya pada Minggu (15/2) guna mematangkan konsolidasi akhir terkait agenda strategis yang akan dibawa ke Negeri Paman Sam tersebut.



Fokus utama dalam pertemuan di Washington nantinya adalah pengesahan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Secara substansi, negosiasi tarif antara kedua negara telah dinyatakan rampung, di mana Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi mayoritas produk asal Amerika Serikat sebagai bentuk kemitraan yang setara.

Baca Juga: Prabowo Panggil Airlangga Hartarto hingga Purbaya ke Hambalang

Sebagai imbal balik resiprokal, Amerika Serikat setuju untuk melakukan pemangkasan tarif secara signifikan terhadap produk-produk ekspor asal Indonesia. Washington akan menurunkan tarif resiprokal dari yang sebelumnya menyentuh angka 32% menjadi 19%, yang diyakini akan meningkatkan daya saing komoditas nasional di pasar AS.

Selain penurunan tarif secara umum, Amerika Serikat juga memberikan pengecualian tarif khusus bagi sejumlah komoditas ekspor unggulan Indonesia. Kebijakan ini mencakup sektor-sektor vital seperti minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao, yang selama ini menjadi tulang punggung devisa negara dari sektor agrikultur.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Rekomendasi
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Berita Terkini
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved