Trump dan Netanyahu Sepakat Putus Aliran Minyak Iran ke China

Senin, 16 Februari 2026 - 20:46 WIB
loading...
Trump dan Netanyahu...
Pemandangan udara menunjukkan sebuah kapal tanker minyak mentah di terminal minyak di lepas pantai Pulau Waidiao, Zhoushan, Provinsi Zhejiang, China, pada 4 Januari 2023. FOTO/China Daily via Reuters
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu sepakat untuk mengintensifkan kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Iran dalam pertemuan bilateral di Gedung Putih pekan ini. Fokus utama kesepakatan kedua pemimpin tersebut ialah membatasi ekspor minyak mentah Tehran ke China guna memutus jaring pengaman ekonomi utama bagi Republik Islam tersebut.

"Kami sepakat bahwa kami akan menerapkan tekanan maksimum secara penuh terhadap Iran, khususnya terkait penjualan minyak Iran ke China," ungkap seorang pejabat senior AS kepada Axios dikutip Senin (16/2/2026).

Baca Juga: Jenderal Top Iran: Perang Baru Akan Jadi Pelajaran Keras bagi Trump!

Strategi agresif ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan ekonomi secara signifikan terhadap Tehran. Langkah tersebut diambil secara paralel dengan upaya pemerintahan Trump yang secara bersamaan tetap mengejar jalur negosiasi diplomatik mengenai program nuklir Iran.

Pilihan menyasar China dinilai strategis karena Beijing menyumbang lebih dari 80% ekspor minyak Iran, terutama melalui kilang-kilang independen atau "teapot" di Provinsi Shandong. Jika perdagangan ini berhasil dikurangi, hal tersebut diprediksi akan menjadi pukulan berat bagi keuangan Tehran yang selama bertahun-tahun bergantung pada pasar China di tengah sanksi Barat.

Trump telah menandatangani keputusan eksekutif pada Januari lalu yang memberi wewenang untuk merekomendasikan tarif hingga 25% terhadap negara-negara yang berbisnis dengan Iran. Namun, penerapan tarif terhadap China berisiko mempersulit hubungan Washington-Beijing, mengingat Trump dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak di Beijing pada April mendatang.

Baca Juga: Imbas Sanksi AS, 292 Juta Barel Minyak Mentah Rusia dan Iran Terdampar di Laut
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Rekomendasi
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Berita Terkini
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved