Imbas Sanksi AS, 292 Juta Barel Minyak Mentah Rusia dan Iran Terdampar di Laut

Minggu, 15 Februari 2026 - 07:49 WIB
loading...
Imbas Sanksi AS, 292...
Ratusan juta barel minyak mentah asal Rusia dan Iran saat ini dilaporkan mengapung di laut akibat pengetatan sanksi Amerika Serikat. FOTO/Baird Maritim
A A A
LONDON - Sebanyak 292 juta barel minyak mentah asal Rusia dan Iran saat ini dilaporkan mengapung di laut akibat pengetatan sanksi Amerika Serikat yang membuat para pembeli mulai beralih ke sumber pasokan alternatif. Bloomberg melaporkan, angka penumpukan di atas kapal tanker ini melonjak lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menciptakan fenomena pasar yang "terbelah" di kancah global.

"Kami merasa mungkin sudah hampir mencapai batas kapasitas minyak yang bisa ditempatkan di laut," kata Frederic Lasserre, kepala global riset dan analisis Gunvor, dalam konferensi International Energy Week 2026 di London, dikutip Minggu (15/2/2026).

Baca Juga: Kelabuhi Sanksi AS, Tanker Minyak Rusia Jadikan Singapura Transit Bayangan

Peringatan senada disampaikan oleh Russell Hardy, CEO Vitol Group, yang menyebutkan bahwa pembeli tradisional minyak yang terkena sanksi kini mulai beralih ke pasokan dari negara-negara Barat atau Arab Saudi. Pergeseran preferensi ini pada gilirannya memperketat pasar riil dan mendorong kenaikan harga bagi konsumen yang mencari pasokan non-sanksi.

Dalam pertemuan tahunan yang dihadiri sekitar 1.000 delegasi dari 50 negara tersebut, penegakan sanksi menjadi isu krusial. Para eksekutif memperingatkan bahwa penumpukan besar minyak yang terdampar di laut ini sedang membentuk ulang peta perdagangan minyak mentah dunia.



Kondisi ini diperparah oleh langkah Uni Eropa yang mengusulkan paket sanksi ke-20 terhadap Rusia pada awal Februari. Di saat yang sama, Amerika Serikat terus meningkatkan upaya penyitaan terhadap kapal tanker dari "armada bayangan" yang selama ini membantu kelancaran aliran minyak bersanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
60 Negara Resmi Kena...
60 Negara Resmi Kena Tarif Impor Baru Trump, Ini Dampaknya ke Dompet Warga AS
Elon Musk Sebut AS 1.000%...
Elon Musk Sebut AS 1.000% Bakal Bangkrut: Utang Amerika Tembus Rp713.684 Triliun
Ada Kabar Baik dari...
Ada Kabar Baik dari AS-Iran, Harga Minyak Dunia Rontok 1%
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Selama Perang dengan...
Selama Perang dengan AS, Penjualan Minyak Iran Tembus Rp323 Triliun
Musk Peringatkan Bahaya...
Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit
Trump Ancam Serang Gunung...
Trump Ancam Serang Gunung Pickaxe dan Lokasi Lain jika Tak Ada Kesepakatan dengan Iran
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
Rekomendasi
Dasar Penetapan Febrie...
Dasar Penetapan Febrie sebagai Tersangka TPPU Dipertanyakan
Buat Jakarta Lebih Adem,...
Buat Jakarta Lebih Adem, BMKG Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca saat Kemarau Panjang
Tom Holland Beri Sinyal...
Tom Holland Beri Sinyal Spider-Man Belum Berakhir, Siap Kembali Lagi
Berita Terkini
60 Negara Resmi Kena...
60 Negara Resmi Kena Tarif Impor Baru Trump, Ini Dampaknya ke Dompet Warga AS
Cegah Likuidasi Paksa,...
Cegah Likuidasi Paksa, Tes Insolvensi Ganda Mendesak Diterapkan dalam UU Kepailitan
Catcrs Bangun Ekosistem...
Catcrs Bangun Ekosistem Layanan Aset Kripto yang Komprehensif, Ini yang Dilakukan
Purbaya Diterpa Kabar...
Purbaya Diterpa Kabar Rangkap Jabatan Menkeu dan Gubernur BI: Saya Mah Isu Abadi
Danantara Ikut Rapat...
Danantara Ikut Rapat KSSK, Purbaya: Hadir Sebagai Undangan, Tak Punya Hak Suara
Konsep Green Living...
Konsep Green Living Kian Diminati, Hunian Berlingkungan Hijau Jadi Incaran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved