Tekanan Global Bayangi Reformasi Pasar Modal, Investor Ritel Perlu Dilindungi

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:46 WIB
loading...
A A A


Hingga saat ini, data menunjukkan jumlah investor ritel telah menembus angka 21 juta dengan kontribusi transaksi harian mencapai lebih dari 50 persen. Sayangnya, inklusivitas kuantitatif tersebut dinilai belum diimbangi oleh perlindungan yang memadai, sehingga investor domestik sering kali hanya menjadi penyangga likuiditas saat investor asing melakukan strategi keluar.

"Investor ritel domestik berpotensi menjadi bantalan likuiditas saat investor asing melakukan exit strategy. Demokratisasi pasar tidak boleh berhenti pada kuantitas partisipasi, tetapi harus menjamin distribusi risiko yang adil," jelas Kusfiardi.

Ia mengingatkan bahwa volatilitas tinggi kerap memberikan keuntungan bagi institusi global, sementara ritel domestik menanggung risiko yang tidak proporsional. Persoalan lain yang membayangi adalah implementasi kebijakan batas free float minimum 15 persen yang akan berlaku penuh pada 2026. Kebijakan ini berpotensi memaksa pemegang saham pengendali lokal melepas kepemilikan dalam jumlah besar, yang dikhawatirkan akan berpindah tangan ke institusi global seperti BlackRock dengan valuasi harga yang terdiskon.

Dia menekankan reformasi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI tidak boleh hanya menyentuh aspek administratif, tetapi harus menyentuh akar persoalan struktur pasar. Penguatan manajemen risiko perlu dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap perdagangan algoritmik yang sering kali memicu pergerakan harga tidak wajar.

Baca Juga: Gegar di Lantai Bursa: Ketika Para Penjaga Gerbang Memilih Hengkang
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Airlangga Jadikan Catatan...
Airlangga Jadikan Catatan MSCI Sebagai Amunisi Tuntaskan Reformasi Pasar Modal
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Rekomendasi
BKKBN Tekankan Peran...
BKKBN Tekankan Peran Ayah Kunci Pembentukan Karakter Anak
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved