Intip 4 Proyek Strategis PHR untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Jum'at, 20 Februari 2026 - 18:11 WIB
loading...
Intip 4 Proyek Strategis...
Empat program dan inovasi strategis yang dijalankan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 mendapat apresiasi pada momen Rapat Kerja Manajemen Proyek (RKMP) 2026. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Empat program dan inovasi strategis yang dijalankan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 mendapat apresiasi pada momen Rapat Kerja Manajemen Proyek (RKMP) 2026 yang diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) pada 6 Februari 2026 di Aston Sentul Lake Resort & Conference Center.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Deputi Eksploitasi SKK Migas Taufan Marhaendrajana, bersama Kepala Divisi Manajemen Proyek Syaifudin kepada jajaran manajemen PHR. RKMP merupakan agenda tahunan SKK Migas yang memberikan apresiasi kepada proyek-proyek Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Temukan Sumur di Area Southeast Benuang, Produksi Gas Pertamina EP Bakal Naik 324 Persen

Keempat proyek yang memperoleh penghargaan tersebut mencerminkan integrasi strategi PHR dalam menjaga produksi, meningkatkan recovery factor, memastikan keberlanjutan operasi, hingga mengelola kewajiban pasca operasi secara efisien.

1. CEOR Minas A: Onstream Ahead of POD - Injeksi Kimia Komersial Pertama di Indonesia

Proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Minas A meraih penghargaan kategori Onstream Ahead of POD (On Time Performance terhadap POD). Ini merupakan penghargaan pertama bagi proyek yang dikerjakan PHR sejak alih kelola Wilayah Kerja Rokan.

CEOR yang dijalankan PHR menjadi injeksi Alkali-Surfaktan-Polymer (ASP) komersial pertama di Indonesia. Proyek ini berhasil melakukan reaktivasi peralatan yang tidak beroperasi selama kurang lebih 10 tahun, dengan koordinasi solid lintas fungsi serta dukungan intensif SKK Migas.

Melalui proyek ini, tingkat Recovery Factor (RF) diproyeksikan meningkat sebesar 13-17 persen dan berpotensi memperpanjang umur operasi lapangan-lapangan utama seperti Minas, Bekasap, Balam, dan Bangko. Roadmap ke depan, pengembangan CEOR akan diperluas untuk mendukung optimalisasi produksi di Zona Rokan secara menyeluruh.

2. Well Program: Lampaui Target, Jaga Stabilitas Produksi

Program Well Connection PHR meraih penghargaan kategori Best of Project Planning & Coordinating Performance. Sepanjang 2025, PHR berhasil melampaui target 555 sumur menjadi realisasi 605 sumur (termasuk sidetrack dan deepening).

Keberhasilan ini didorong penjadwalan dinamis, koordinasi lintas fungsi intensif, optimalisasi desain dan material, serta persiapan konstruksi lebih awal sehingga memangkas cycle time POP dari lebih dari 30 hari menjadi 2–3 hari.

Program pemboran dan workover yang masif ini berkontribusi langsung terhadap stabilisasi dan peningkatan produksi di Zona Rokan serta meminimalkan penurunan alami (natural decline) reservoir mature.

3. ASR: Efisiensi Tinggi dalam Kegiatan Pasca Operasi

Proyek ASR ( Abandonment and Site Restoration ) atau yang biasa disebut Kegiatan Pasca Operasi (KPO) Paket 1 dan 2 meraih penghargaan The Most Cost-Efficient ASR. Kegiatan ASR (Abandonment and Site Restoration) atau Kegiatan Pasca Operasi menjadi mandat penting pemerintah kepada PHR untuk menuntaskan kewajiban dari operator sebelumnya.

Dengan pendekatan dedicated project team, digitalisasi data (penggunaan SQL/Well View/Sharepoint sebagai data digging tool), dashboard monitoring berbasis Power BI, serta strategi eksekusi campaign untuk efisiensi biaya, PHR mampu memastikan kegiatan pasca operasi berjalan efektif, sesuai regulasi, dan hemat biaya.

Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat reputasi tata kelola PHR, tetapi juga mendukung keekonomian pengembangan lapangan ke depan, khususnya pada proyek-proyek marginal.

4. PoPE Padang Pancuran: Percepatan Onstream melalui Optimasi R2P

Selain itu, proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream juga meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini berhasil mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi 67 BOPD dan proyeksi puncak 379 BOPD pada 2026.

Baca Juga: Mengenal WK Rokan: Blok Migas Terbesar dan Paling Produktif dalam Sejarah Perminyakan RI

Percepatan dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item.

Integrasi untuk Ketahanan Energi

Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin menyampaikan, bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa integrasi inovasi teknologi, disiplin manajemen proyek, efisiensi biaya, serta kolaborasi lintas fungsi merupakan kunci menjaga keberlanjutan produksi nasional.

“Penghargaan ini merupakan refleksi komitmen kami dalam menjaga ketahanan energi nasional . Dari peningkatan recovery factor melalui CEOR, percepatan pemboran untuk menjaga level produksi, hingga efisiensi ASR dan percepatan onstream lapangan baru, semuanya terintegrasi dalam satu tujuan: memastikan energi tetap tersedia untuk Indonesia,” ujar Muhamad Arifin.

Ia menambahkan, PHR akan terus memperkuat eksekusi proyek berbasis inovasi dan tata kelola yang baik guna mendukung target produksi nasional serta keberlanjutan operasi jangka panjang di Wilayah Kerja Rokan dan area sekitarnya.

Dengan pencapaian ini, PHR menegaskan posisinya sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional yang tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi, keberlanjutan, dan tata kelola yang bertanggung jawab.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Mengulik Strategi Indonesia...
Mengulik Strategi Indonesia dalam Mengejar PLTS 100 GW, Apa yang Dibutuhkan?
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
Harmonisasi Tata Ruang...
Harmonisasi Tata Ruang Jadi Kunci Ketahanan Energi Nasional
Pertamina Patra Niaga-MEPS...
Pertamina Patra Niaga-MEPS Kerja Sama Perkuat Keandalan Operasional Kilang
61 Tahun Melayani: PGN...
61 Tahun Melayani: PGN Terus Bergerak Menjadi Pilar Ketahanan Energi Indonesia
Pertamina Hulu Rokan...
Pertamina Hulu Rokan Buka Magang Kerja 2026 untuk Lulusan D3-S1, Cek Syaratnya
10 Provinsi Sepakat...
10 Provinsi Sepakat Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi di Rakergub FKD-MPU 2026
Prabowo di KTT ke-48...
Prabowo di KTT ke-48 ASEAN: Ketahanan Energi Salah Satu Isu Penting yang Kita Hadapi Saat Ini
Rekomendasi
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Berita Terkini
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Infografis
Jepang Uji Coba 4 Hari...
Jepang Uji Coba 4 Hari Kerja untuk Ubah Stigma Negara Pekerja Keras
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved