Pertamina Patra Niaga Teken Kesepakatan Pasokan BBM dan LPG di AS
Jum'at, 20 Februari 2026 - 20:27 WIB
loading...
Pertamina Patra Niaga menandtangani sejumlah kesepakatan strategis dengan Hartree Partners LP dan Phillips 66 di Washington, DC pada Kamis (19/2). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis dengan mitra global Hartree Partners LP dan Phillips 66 di Amerika Serikat. Kerja sama ini mencakup kepastian pasokan minyak mentah (light crude) serta kontrak LPG sebesar 2,2 juta metrik ton untuk memenuhi kebutuhan domestik pada periode 2026.
"Dengan mensinergikan kekuatan nasional Pertamina dengan jangkauan global serta keahlian komersial Hartree Partners dan Phillips 66, kami memiliki peluang untuk membangun kerja sama yang tangguh dan berorientasi ke depan. Kami yakin melalui komitmen bersama dan keselarasan strategi, kolaborasi ini akan menciptakan nilai jangka panjang secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan," ungkap Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra melalui keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Insiden Pesawat di Nunukan, Pertamina Siapkan Armada Pengganti Amankan Pasokan BBM
Mars Ega menegaskan kemitraan ini merupakan langkah krusial dalam visi besar perusahaan untuk memastikan ketahanan energi di tengah dinamika volatilitas pasar global. Selain penguatan pasokan, kolaborasi ini juga menyasar peningkatan investasi serta pengembangan solusi energi berkelanjutan yang menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan rantai pasok dunia.
Dalam kesepakatan dengan Hartree Partners LP, Subholding Downstream Pertamina ini menyepakati kerangka kerja sama penyediaan light crude guna mendukung kebutuhan feedstock kilang nasional. Pasokan tersebut akan dialokasikan khusus untuk Refinery Unit Cilacap dan Refinery Unit Balikpapan, seiring dengan peningkatan kapasitas pengolahan melalui proyek Refinery Development Mega Project (RDMP).
Sementara, kesepakatan dengan Phillips 66 berfokus pada kepastian pelaksanaan kontrak pasokan LPG sepanjang tahun 2026. Dengan total volume mencapai 2,2 juta metrik ton, kemitraan yang telah terjalin lama ini dipastikan berlanjut demi menjaga stabilitas stok LPG bagi masyarakat Indonesia di masa mendatang.
Penandatanganan yang berlangsung di Washington, DC tersebut turut disaksikan oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Prof. Dwisuryo Indroyono Soesilo. Kehadiran para pimpinan otoritas ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menciptakan nilai tambah melalui fleksibilitas komersial dan kapabilitas operasional yang lebih tangguh.
Baca Juga: Pertamina Suntik 1 Juta Lebih Gas Melon Jelang Imlek dan Ramadan
Langkah strategis ini juga menjadi jawaban Pertamina atas ketidakpastian kondisi pasar energi dunia dan tanggung jawab terhadap isu iklim. Dengan mengamankan portofolio global, Pertamina Patra Niaga berupaya memitigasi risiko gangguan pasokan yang dapat berdampak pada distribusi energi di dalam negeri.
Selain jajaran direksi Pertamina, agenda ini dihadiri oleh pimpinan tertinggi mitra strategis, termasuk Founding Managing Director Hartree Partners LP Stephen Semlitz dan Vice Global Origination Phillips 66 Daniel O’Donnel. Sinergi lintas negara ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Indonesia dalam peta perdagangan energi internasional.
"Dengan mensinergikan kekuatan nasional Pertamina dengan jangkauan global serta keahlian komersial Hartree Partners dan Phillips 66, kami memiliki peluang untuk membangun kerja sama yang tangguh dan berorientasi ke depan. Kami yakin melalui komitmen bersama dan keselarasan strategi, kolaborasi ini akan menciptakan nilai jangka panjang secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan," ungkap Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra melalui keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Insiden Pesawat di Nunukan, Pertamina Siapkan Armada Pengganti Amankan Pasokan BBM
Mars Ega menegaskan kemitraan ini merupakan langkah krusial dalam visi besar perusahaan untuk memastikan ketahanan energi di tengah dinamika volatilitas pasar global. Selain penguatan pasokan, kolaborasi ini juga menyasar peningkatan investasi serta pengembangan solusi energi berkelanjutan yang menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan rantai pasok dunia.
Dalam kesepakatan dengan Hartree Partners LP, Subholding Downstream Pertamina ini menyepakati kerangka kerja sama penyediaan light crude guna mendukung kebutuhan feedstock kilang nasional. Pasokan tersebut akan dialokasikan khusus untuk Refinery Unit Cilacap dan Refinery Unit Balikpapan, seiring dengan peningkatan kapasitas pengolahan melalui proyek Refinery Development Mega Project (RDMP).
Sementara, kesepakatan dengan Phillips 66 berfokus pada kepastian pelaksanaan kontrak pasokan LPG sepanjang tahun 2026. Dengan total volume mencapai 2,2 juta metrik ton, kemitraan yang telah terjalin lama ini dipastikan berlanjut demi menjaga stabilitas stok LPG bagi masyarakat Indonesia di masa mendatang.
Penandatanganan yang berlangsung di Washington, DC tersebut turut disaksikan oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Prof. Dwisuryo Indroyono Soesilo. Kehadiran para pimpinan otoritas ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menciptakan nilai tambah melalui fleksibilitas komersial dan kapabilitas operasional yang lebih tangguh.
Baca Juga: Pertamina Suntik 1 Juta Lebih Gas Melon Jelang Imlek dan Ramadan
Langkah strategis ini juga menjadi jawaban Pertamina atas ketidakpastian kondisi pasar energi dunia dan tanggung jawab terhadap isu iklim. Dengan mengamankan portofolio global, Pertamina Patra Niaga berupaya memitigasi risiko gangguan pasokan yang dapat berdampak pada distribusi energi di dalam negeri.
Selain jajaran direksi Pertamina, agenda ini dihadiri oleh pimpinan tertinggi mitra strategis, termasuk Founding Managing Director Hartree Partners LP Stephen Semlitz dan Vice Global Origination Phillips 66 Daniel O’Donnel. Sinergi lintas negara ini diharapkan mampu memperkokoh posisi Indonesia dalam peta perdagangan energi internasional.
(nng)
Lihat Juga :