Ekonom UI: Program MBG Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:40 WIB
loading...
Ekonom UI: Program MBG...
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memberikan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian nasional. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian nasional. Sektor yang paling terdampak adalah Pertanian yang pada tahun 2025 lalu mencapai pertumbuhan signifikan.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, mengungkapkan program MBG turut mendorong tumbuhnya sektor pertanian, karena terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.

"Di kuartal IV-2025 kemarin secara makro kita tumbuh 5,39% (yoy). Salah satu motor penggeraknya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 6,12% (yoy). Kalau kita melihat lebih dalam lagi, performance dalam perekonomian kita, kita bisa melihat pertumbuhan sektor pertanian 5,33% (yoy). Karena produknya terserap SPPG," ujar Fithra seperti dikutip, Sabtu (21/2/2026).

Baca Juga: Menteri Natalius Pigai: yang Mau Meniadakan MBG Orang Menentang HAM

Fithra menilai saat ini mitra pengelola SPPG dan juga pengusaha-pengusaha mulai berinvestasi di produk hulu MBG seperti pertanian dan peternakan. Dengan begitu, tidak aneh bila terjadi lonjakan pertumbuhan di sektor pertanian akibat dari dampak positif MBG.

"Bahkan pertumbuhan sektor pertanian tahun lalu, terbilang tertinggi selama beberapa tahun terakhir. Kalau kita lihat di tahun 2025 tumbuhnya 5,33%, di 2024 cuma 0,68%, di 2023 hanya 1,31%. Jadi dari sini saja kita bisa melihat pertumbuhannya itu signifikan," ujar Fithra.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
MPMX Bekali Wirausaha...
MPMX Bekali Wirausaha Disabilitas dengan Literasi Keuangan dan Digital
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
BGN Stop Penyaluran...
BGN Stop Penyaluran MBG selama Libur Sekolah
Rekomendasi
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Sejumlah Bangunan Rusak...
Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Gempa M 6,7 Palu
Pratama Arhan Gandeng...
Pratama Arhan Gandeng Inka di Pernikahan Jennifer Coppen, Azizah Salsha Hadir Sendiri
Berita Terkini
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved