Syngenta Dukung Swasembada Pangan Melalui Pemberdayaan Petani Perempuan
Senin, 23 Februari 2026 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Kesenjangan akses tersebut berdampak langsung pada tingkat produktivitas lahan. Berdasarkan estimasi FAO, hasil panen di tingkat nasional berpotensi meningkat hingga 30 persen apabila petani perempuan mendapatkan akses yang setara terhadap sumber daya dan teknologi pertanian sebagaimana yang diterima petani laki-laki.
Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Petani, Syngenta Fasilitasi Drone Learning Center
Selain akses teknologi, isu kesenjangan upah juga menjadi perhatian dalam pemberdayaan ini. Di berbagai daerah, buruh tani perempuan cenderung menerima upah lebih rendah dibandingkan laki-laki untuk jenis pekerjaan dan jam kerja yang sama, sebuah kondisi yang memengaruhi tingkat kesejahteraan ekonomi perdesaan secara keseluruhan.
Syngenta menegaskan transformasi sektor ini memerlukan kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan komunitas. Melalui PUTRI Petani MAJU, perusahaan berkomitmen memimpin jalan menuju pertanian inklusif yang mampu membawa perubahan besar bagi swasembada pangan Indonesia di masa depan.
Apresiasi tinggi datang dari para pelaku di lapangan yang merasa mendapatkan pengakuan atas peran mereka. "Petani perempuan tidak boleh minder karena kita istimewa dan luar biasa. Petani perempuan bukan hanya tiang ketahanan pangan untuk keluarga tetapi juga untuk bangsa," ungkap Annisa, salah satu perwakilan petani.
Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Petani, Syngenta Fasilitasi Drone Learning Center
Selain akses teknologi, isu kesenjangan upah juga menjadi perhatian dalam pemberdayaan ini. Di berbagai daerah, buruh tani perempuan cenderung menerima upah lebih rendah dibandingkan laki-laki untuk jenis pekerjaan dan jam kerja yang sama, sebuah kondisi yang memengaruhi tingkat kesejahteraan ekonomi perdesaan secara keseluruhan.
Syngenta menegaskan transformasi sektor ini memerlukan kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta, dan komunitas. Melalui PUTRI Petani MAJU, perusahaan berkomitmen memimpin jalan menuju pertanian inklusif yang mampu membawa perubahan besar bagi swasembada pangan Indonesia di masa depan.
Apresiasi tinggi datang dari para pelaku di lapangan yang merasa mendapatkan pengakuan atas peran mereka. "Petani perempuan tidak boleh minder karena kita istimewa dan luar biasa. Petani perempuan bukan hanya tiang ketahanan pangan untuk keluarga tetapi juga untuk bangsa," ungkap Annisa, salah satu perwakilan petani.
(nng)
Lihat Juga :