Meski 4 Tahun di Sanksi AS, Ekspor Minyak Rusia Lampaui Level Sebelum Perang

Selasa, 24 Februari 2026 - 12:53 WIB
loading...
Meski 4 Tahun di Sanksi...
Sebuah kapal tanker minyak berlabuh di fasilitas penerimaan di Pelabuhan Zhoushan, Provinsi Zhejiang, China Timur. FOTO/cnsphoto
A A A
JAKARTA - Volume ekspor minyak mentah Rusia dilaporkan tetap bertahan di atas level sebelum invasi ke Ukraina, meskipun Moskow menghadapi tekanan sanksi internasional yang masif selama empat tahun terakhir. Laporan terbaru dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) menunjukkan bahwa strategi pengalihan rute perdagangan dan penggunaan armada kapal tanker ilegal efektif menjaga aliran fisik energi Rusia ke pasar global.

"Langkah penegakan baru telah menghasilkan penurunan pendapatan yang cukup besar dari ekspor bahan bakar fosil Rusia, namun masih ada celah dan area yang belum ditangani oleh negara-negara pemberi sanksi," kata analis CREA, Isaac Levi, dikutip Franc24, Selasa (24/2/2026).

Baca Juga: India Mundur, Impor Minyak Rusia ke China Pecah Rekor Tembus 2 Juta Barel per Hari

Data CREA menyebutkan volume ekspor minyak mentah Rusia dalam 12 bulan terakhir mencapai 215 juta ton, atau enam persen lebih tinggi dibandingkan periode sebelum invasi. Meski volume meningkat, pendapatan Moskow justru terkoreksi 18% secara tahunan menjadi 85,5 miliar euro akibat kebijakan diskon besar-besaran untuk menarik pembeli di luar blok Barat.



Fenomena ini mengungkap paradoks dalam kebijakan sanksi energi yang digagas negara-negara G7 dan Uni Eropa. Meski berhasil menekan harga jual dan menurunkan pendapatan anggaran minyak dan gas Rusia hingga 24% pada 2025, mekanisme batas harga (price cap) gagal membatasi mobilitas fisik barel-barel minyak Rusia di laut lepas.

Kunci ketahanan ekspor Rusia terletak pada pengoperasian armada bayangan (shadow fleet) yang terdiri dari kapal-kapal tanker tua dengan kepemilikan transparan. Per Januari 2026, hampir separuh dari total ekspor minyak laut Rusia diangkut oleh kapal-kapal yang mengelakkan protokol asuransi dan pengiriman Barat, sementara hanya 24% yang masih berafiliasi dengan negara anggota G7.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Rekomendasi
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP...
Evaluasi 6 Bulan KUHP-KUHAP Baru, Jaksa Agung Sebut Masih Ada Ketidakseragaman di Lapangan
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Biaya Medis Meningkat,...
Biaya Medis Meningkat, Allianz Ajak Pahami Pentingnya Perlindungan Kesehatan
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved