Dukung Bisnis dan Layanan Publik, Terralogiq Hadirkan Geocoding Hiperlokal
Rabu, 25 Februari 2026 - 13:27 WIB
loading...
Terralogiq, Premier Partner Google menghadirkan inovasi Geocoding Generasi Berikutnya dari Google Maps Platform. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Terralogiq, Premier Partner Google yang mengkhususkan diri dalam solusi peta, menghadirkan inovasi Geocoding Generasi Berikutnya dari Google Maps Platform. Inovasi tersebut diyakini dapat membantu bisnis di Indonesia menciptakan operasional yang lebih aman dan efisien.
Chief Technology Officer Terralogiq Farry Argoebie memaparkan contoh kasus, di mana banyak orang yang memesan layanan antar, namun pengemudi kesulitan menemukan gerbang masuk yang tepat. Atau, bahkan lebih buruk lagi, armada logistik terjebak banjir karena peta tidak menunjukkan titik aman evakuasi secara spesifik.
"Di tengah cuaca ekstrem dan kompleksitas geografi Indonesia, akurasi lokasi bukan lagi sekadar navigasi, melainkan penentu keselamatan dan efisiensi bisnis," ungkap Farry melalui keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Nadiem Heran Pertemuan dengan Google Dianggap Bermufakat Jahat
Farry mengatakan, geocoding tradisional seringkali hanya menempatkan pin di tengah bangunan saja atau di jalan utama. Padahal, seringkali kurir atau tim operasional harus membuang waktu hanya untuk mencari tahu di sisi mana pintu masuk sebuah kompleks gudang atau perkantoran berada.
Sementara, jelas dia, teknologi besutan Terralogiq ini melampaui koordinat standar dengan memperkenalkan fitur Building Outlines (Garis Luar Bangunan) dan Entrances (Pintu Masuk) kemampuan untuk menentukan titik presisi hingga ke pintu masuk gedung, lobi spesifik, atau titik jemput yang paling akurat.
Solusi pemetaan tingkat hiper-lokal ini, kata dia, mampu memvisualisasikan tapak bangunan dan titik pintu masuk spesifik. Sehingga, krusial bagi efisiensi logistik, keamanan, hingga perencanaan kota cerdas di tengah tantangan iklim.
"Dengan fitur Building Outlines, pengguna kini dapat melihat footprint bangunan yang sebenarnya secara visual. Hal ini menghilangkan spekulasi saat navigasi di dunia nyata, karena posisi bangunan terhadap struktur di sekitarnya sangat terlihat dengan jelas," paparnya.
Dengan kemampuan geocoding hyperlocal yang mencakup detail pintu masuk, lanjut dia, Terralogiq membantu perusahaan di berbagai sektor untuk optimasi logistik dan pengiriman, di mana kurir tidak lagi hanya sampai di depan pagar, tapi langsung diarahkan ke pintu masuk spesifik. "Integrasi dengan Routes API memungkinkan jadwal pengiriman yang jauh lebih efisien dan hemat bahan bakar," tandasnya.
Baca Juga: Diduga Jual Data Nasabah Leasing, 8 Aplikasi Mata Elang Dihapus dari Google
Kemudian, dari sisi keamanan dan fasilitas, di mana tim keamanan kini dapat memetakan titik kontrol akses secara akurat pada pintu masuk yang tepat, mempermudah pengawasan fasilitas sensitif secara real-time. Selanjutnya, perencanaan kota cerdas (Smart City) di mana data tapak bangunan membantu perencana kota merancang fasilitas parkir modern hingga rute tanggap darurat yang lebih presisi saat bencana terjadi.
Terobosan dari Google Maps Platform ini menurutnya tidak hanya bermanfaat bagi sektor swasta, tetapi juga memperkuat layanan publik. Geocoding dengan detail last-meter melalui fitur Building Entrances dan Outlines menurutnya membuka peluang baru untuk melihat lokasi lebih dari sekadar titik di peta. Dengan adopsi peta tingkat lanjut, Indonesia bergerak menuju ekosistem digital yang lebih siap dan tangguh terhadap perubahan lingkungan.
"Kita tidak lagi bicara soal 'di mana' alamatnya, tapi 'di mana' akses masuknya. Dalam konteks operasional yang dinamis, data ini membantu kita membuat keputusan yang lebih cepat dan akurat, baik untuk pelayanan pelanggan maupun mitigasi risiko operasional," tutup Farry.
Chief Technology Officer Terralogiq Farry Argoebie memaparkan contoh kasus, di mana banyak orang yang memesan layanan antar, namun pengemudi kesulitan menemukan gerbang masuk yang tepat. Atau, bahkan lebih buruk lagi, armada logistik terjebak banjir karena peta tidak menunjukkan titik aman evakuasi secara spesifik.
"Di tengah cuaca ekstrem dan kompleksitas geografi Indonesia, akurasi lokasi bukan lagi sekadar navigasi, melainkan penentu keselamatan dan efisiensi bisnis," ungkap Farry melalui keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Nadiem Heran Pertemuan dengan Google Dianggap Bermufakat Jahat
Farry mengatakan, geocoding tradisional seringkali hanya menempatkan pin di tengah bangunan saja atau di jalan utama. Padahal, seringkali kurir atau tim operasional harus membuang waktu hanya untuk mencari tahu di sisi mana pintu masuk sebuah kompleks gudang atau perkantoran berada.
Sementara, jelas dia, teknologi besutan Terralogiq ini melampaui koordinat standar dengan memperkenalkan fitur Building Outlines (Garis Luar Bangunan) dan Entrances (Pintu Masuk) kemampuan untuk menentukan titik presisi hingga ke pintu masuk gedung, lobi spesifik, atau titik jemput yang paling akurat.
Solusi pemetaan tingkat hiper-lokal ini, kata dia, mampu memvisualisasikan tapak bangunan dan titik pintu masuk spesifik. Sehingga, krusial bagi efisiensi logistik, keamanan, hingga perencanaan kota cerdas di tengah tantangan iklim.
"Dengan fitur Building Outlines, pengguna kini dapat melihat footprint bangunan yang sebenarnya secara visual. Hal ini menghilangkan spekulasi saat navigasi di dunia nyata, karena posisi bangunan terhadap struktur di sekitarnya sangat terlihat dengan jelas," paparnya.
Dengan kemampuan geocoding hyperlocal yang mencakup detail pintu masuk, lanjut dia, Terralogiq membantu perusahaan di berbagai sektor untuk optimasi logistik dan pengiriman, di mana kurir tidak lagi hanya sampai di depan pagar, tapi langsung diarahkan ke pintu masuk spesifik. "Integrasi dengan Routes API memungkinkan jadwal pengiriman yang jauh lebih efisien dan hemat bahan bakar," tandasnya.
Baca Juga: Diduga Jual Data Nasabah Leasing, 8 Aplikasi Mata Elang Dihapus dari Google
Kemudian, dari sisi keamanan dan fasilitas, di mana tim keamanan kini dapat memetakan titik kontrol akses secara akurat pada pintu masuk yang tepat, mempermudah pengawasan fasilitas sensitif secara real-time. Selanjutnya, perencanaan kota cerdas (Smart City) di mana data tapak bangunan membantu perencana kota merancang fasilitas parkir modern hingga rute tanggap darurat yang lebih presisi saat bencana terjadi.
Terobosan dari Google Maps Platform ini menurutnya tidak hanya bermanfaat bagi sektor swasta, tetapi juga memperkuat layanan publik. Geocoding dengan detail last-meter melalui fitur Building Entrances dan Outlines menurutnya membuka peluang baru untuk melihat lokasi lebih dari sekadar titik di peta. Dengan adopsi peta tingkat lanjut, Indonesia bergerak menuju ekosistem digital yang lebih siap dan tangguh terhadap perubahan lingkungan.
"Kita tidak lagi bicara soal 'di mana' alamatnya, tapi 'di mana' akses masuknya. Dalam konteks operasional yang dinamis, data ini membantu kita membuat keputusan yang lebih cepat dan akurat, baik untuk pelayanan pelanggan maupun mitigasi risiko operasional," tutup Farry.
(nng)
Lihat Juga :