AS-Iran di Ambang Perang, Sewa Tanker Minyak Menggila Tembus Rp3 Miliar Sehari
Jum'at, 27 Februari 2026 - 07:51 WIB
loading...
A
A
A
Lonjakan tarif terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Selat Hormuz, jalur sempit yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, menjadi perhatian utama pasar karena berpotensi terganggu jika konflik terbuka terjadi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya, sementara AS dilaporkan mengerahkan kapal induk, kapal perang, dan jet tempur ke kawasan tersebut.
Di sisi lain, pejabat kedua negara memulai putaran ketiga pembicaraan tidak langsung di Jenewa pada Rabu (25/2). Namun, Kementerian Keuangan AS tetap menjatuhkan sanksi baru terhadap lebih dari 30 individu, perusahaan, dan kapal yang terkait dengan perdagangan minyak Iran.
Faktor lain yang memperketat pasar adalah aksi akuisisi besar-besaran oleh Sinokor Merchant Marine dari Korea Selatan yang membeli sekitar 35 VLCC pada awal 2026. Menurut analisis Breakwave Advisors, perusahaan tersebut kini diproyeksikan menguasai sekitar 24% armada VLCC spot-trading global, meningkatkan konsentrasi pasar secara signifikan.
Lonjakan permintaan kapal juga terlihat dari langkah perusahaan pelayaran minyak Arab Saudi, Bahri, yang menyewa tiga VLCC untuk pengapalan pertengahan Maret, serta peningkatan pemesanan oleh perusahaan milik negara China.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan Iran memiliki waktu 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya, sementara AS dilaporkan mengerahkan kapal induk, kapal perang, dan jet tempur ke kawasan tersebut.
Di sisi lain, pejabat kedua negara memulai putaran ketiga pembicaraan tidak langsung di Jenewa pada Rabu (25/2). Namun, Kementerian Keuangan AS tetap menjatuhkan sanksi baru terhadap lebih dari 30 individu, perusahaan, dan kapal yang terkait dengan perdagangan minyak Iran.
Faktor lain yang memperketat pasar adalah aksi akuisisi besar-besaran oleh Sinokor Merchant Marine dari Korea Selatan yang membeli sekitar 35 VLCC pada awal 2026. Menurut analisis Breakwave Advisors, perusahaan tersebut kini diproyeksikan menguasai sekitar 24% armada VLCC spot-trading global, meningkatkan konsentrasi pasar secara signifikan.
Lonjakan permintaan kapal juga terlihat dari langkah perusahaan pelayaran minyak Arab Saudi, Bahri, yang menyewa tiga VLCC untuk pengapalan pertengahan Maret, serta peningkatan pemesanan oleh perusahaan milik negara China.
Lihat Juga :