Equity Perpetuals Diperkenalkan: Perdagangan Saham Global dalam Satu Unified Account

Jum'at, 27 Februari 2026 - 17:48 WIB
loading...
Equity Perpetuals Diperkenalkan:...
OKX menghadirkan infrastruktur convergence economy, di mana teknologi kripto digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas perdagangan aset tradisional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menyusul meningkatnya minat terhadap Real-World Assets (RWA) dan integrasi antara kripto dan pasar keuangan tradisional (TradFi), OKX resmi meluncurkan Equity Perpetual Contracts (Equity Perps)-kontrak derivatif berbasis saham global yang dapat diperdagangkan 24/7 melalui satu Unified Account. Peluncuran ini dilakukan secara bertahap mulai 25 Februari, dengan kampanye global dimulai pada 3 Maret.

OKX menghadirkan infrastruktur convergence economy, di mana teknologi kripto digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas perdagangan aset tradisional. Baca Juga: OKX Gelar Kompetisi Trading Kripto

Peluncuran Bertahap 17 Kontrak Saham Global

Sebanyak 17 kontrak perpetual saham akan diluncurkan dalam beberapa batch, untuk tahap pertama yakni di 25 Februari di antaranya, HOOD, TSLA dan MSTR. Lanjut ke Batch 2-26 Februari yaitu, INTC, PLTR, AMZN, COIN, serta CRCL.

Sedangkan Batch 3-2 Maret: NVDA, MU, SNDK, GOOGL, MSFT, AAPL, META, QQQ (Nasdaq-100 ETF), dan SPY (S&P 500 ETF). Diterangkan Peluncuran bertahap ini bertujuan untuk membangun likuiditas secara optimal sekaligus memastikan pengalaman trading yang stabil bagi pengguna global.

Solusi terhadap Keterbatasan Pasar Tradisional

1. Perdagangan Saham Tanpa Jam Tutup
Pasar saham tradisional memiliki jam operasional terbatas, sehingga investor sering melewatkan momentum akibat peristiwa global di luar jam bursa. Dengan Equity Perps OKX, pengguna dapat memperdagangkan derivatif saham 24/7, termasuk saat akhir pekan, untuk merespons dinamika pasar secara real-time.

2. Double-Dip: Yield dan Trading Sekaligus
Melalui Unified Account, saldo Earn dapat langsung menjadi kolateral untuk membuka posisi saham tanpa perlu transfer dana. Pengguna dapat memperoleh potensi yield sekaligus membuka peluang trading dalam satu ekosistem.

3. Cross-Margining Seluruh Portofolio
Unified Account memungkinkan seluruh aset pengguna menjadi jaminan posisi, meningkatkan efisiensi modal dan mengurangi risiko likuidasi akibat margin terisolasi.

Baca Juga: OKX Perluas Layanan Perdagangan lewat Fitur Terintegrasi

“Peluncuran Equity Perpetuals merupakan langkah penting dalam mempercepat konvergensi antara kripto dan pasar tradisional,” ujar Regional Growth Manager OKX Wallet, Ferry.

“Kami membangun arsitektur Unified Account agar pengguna dapat mengelola seluruh aset dalam satu margin pool, memperdagangkan saham global 24/7, dan tetap menjaga efisiensi modal secara maksimal," sambungnya.

Equity Perpetuals merupakan, kontrak derivatif yang mereplikasi pergerakan harga saham, bukan kepemilikan saham langsung. Kontrak ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan menggunakan mekanisme funding rate seperti perpetual futures kripto. Perdagangan derivatif memiliki risiko tinggi. Pengguna disarankan memahami leverage, margin, dan mekanisme likuidasi sebelum bertransaksi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bidik Integrasi Aset...
Bidik Integrasi Aset Digital dan Ekonomi Riil, JAM Coin Resmi Meluncur
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
5 Platform Crypto Terbaik...
5 Platform Crypto Terbaik 2026
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Menelaah di Balik Manuver...
Menelaah di Balik Manuver MSCI
Rekomendasi
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Berita Terkini
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved