Mampukah Yuan China Menantang Dominasi Dolar AS? Begini Analisisnya

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:00 WIB
loading...
Mampukah Yuan China...
Jurus China terhadap mata uang Yuan, menurut analis mencerminkan ambisi yang lebih luas untuk merombak kekuatan keuangan global dan melindungi ekonominya dari risiko sanksi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Jurus China terhadap mata uang Yuan , menurut analis mencerminkan ambisi yang lebih luas untuk merombak kekuatan keuangan global dan melindungi ekonominya dari risiko sanksi. Para pengamat pasar uang menggambarkan upaya ini sebagai lindung nilai geopolitik sekaligus inisiatif ekonomi, yang dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada infrastruktur keuangan Barat.

Seiring dengan meningkatnya kampanye China untuk mengangkat yuan mendapatkan status cadangan global. Pertanyaan yang muncul apakah batasan struktural dapat mencegah mata uang tersebut menantang dominasi dolar AS dalam waktu dekat.

Presiden China, Xi Jinping memandang mata uang yang kuat dan sistem keuangan modern sebagai pilar kekuatan nasional. Sementara itu Beijing memperluas penyelesaian perdagangan dalam mata uang yuan, mempromosikan pertukaran mata uang, dan memperdalam hubungan keuangan dengan mitra BRICS dalam apa yang dilihat analis sebagai proyek ekonomi sekaligus geopolitik.

Baca Juga: Tenggelamkan Dolar AS, Xi Jinping: Yuan China Harus Jadi Mata Uang Cadangan Global

Xi dalam sebuah artikel menekankan perlunya mempercepat penciptaan sistem keuangan modern, termasuk peningkatan regulasi, layanan keuangan yang beragam, dan “infrastruktur keuangan yang independen, dapat dikendalikan, aman, dan efisien.”

Kepala bank sentral China, Pan Gongsheng belum lama ini juga membingkai upaya tersebut dalam istilah geopolitik, dengan mengatakan bahwa “mata uang yang mendominansi secara global cenderung digunakan sebagai alat atau dijadikan senjata,”. Selain itu Ia menyoroti yuan digital (e-CNY) sebagai alat utama untuk menginternasionalisasi renminbi dan melawan dominasi dolar.



Para analis mengatakan dorongan China mencerminkan kekhawatiran tentang eksposur terhadap sanksi dan kerentanan keuangan yang berpusat pada dolar. China telah memperluas jalur pertukaran mata uang dan mendorong penggunaan yuan dalam pembiayaan perdagangan dan pinjaman.

Langkah-langkah ini di mata seorang peneliti senior di Council on Foreign Relations, Brad Setser digambarkan sebagai asuransi terhadap sanksi AS daripada pengganti nyata untuk dolar. Para ahli juga menekankan, bahwa kenaikan yuan dibatasi oleh kontrol modal, suku bunga rendah, dan prioritas Beijing pada stabilitas keuangan daripada konvertibilitas penuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Fall Into Sweet Trap di V+Short, Nikah Kontrak Berujung Cinta
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved