Mampukah Yuan China Menantang Dominasi Dolar AS? Begini Analisisnya

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:00 WIB
loading...
A A A
“Kemungkinan besar akan tetap menjadi mata uang cadangan tersier atau sekunder selama dekade berikutnya. Masih jauh dari tantangan terhadap dolar atau euro,” kata Setser kepada Anadolu.

Lanskap Mata Uang Multipolar

Data Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan bahwa dolar tetap menjadi tulang punggung cadangan global, meskipun secara bertahap terus mengalami penyusutan. Cadangan global pada kuartal ketiga tahun 2025 tercatat mencapai total USD13 triliun. Dolar menyumbang 56,92%, turun dari 71,19% pada tahun 1999.

Sedangkan pangsa euro naik sedikit menjadi lebih dari 20%, sementara yen Jepang menyumbang sekitar 5,8%. Pangsa yuan tetap kecil, sekitar 2% dan sedikit menurun pada kuartal ketiga tahun 2025.

Angka-angka ini menurut analis, menekankan baik tren diversifikasi maupun ketahanan dominasi dolar. Setser mengatakan, yuan sudah berfungsi sebagai mata uang cadangan tersier, banyak digunakan oleh Rusia dan secara moderat oleh negara-negara yang mencari diversifikasi.

Dia mengidentifikasi dua kendala utama yang harus dihadapi yakni: “sistem keuangan domestik yang terdistorsi” di China, sehingga membatasi liberalisasi akun modal, dan permintaan domestik yang lemah menjaga suku bunga tetap rendah.

“Selama dikelola terhadap dolar, cadangan yuan pada dasarnya adalah cadangan dolar dengan imbal hasil lebih rendah dan risiko penyitaan/pembekuan lebih tinggi, setidaknya bagi negara-negara yang tidak selaras secara geopolitik dengan China,” jelasnya.

Minat global terhadap yuan menurun, dimana sebagian disebabkan karena suku bunga kebijakan China yang sangat rendah sehingga mengurangi daya tariknya. Rusia menyimpan yuan karena ada tujuan di baliknya, katanya, sementara pemegang cadangan utama lainnya tetap lebih selaras dengan sistem keuangan Barat.

Baca Juga: Brasil dan China Kian Solid, Dorong Yuan Jadi Alternatif Dolar AS dalam Perdagangan BRICS

Setser menekankan, bahwa dunia sudah beroperasi dalam kerangka mata uang multipolar yang berpusat pada dolar dan euro. “Cadangan global euro - lebih dari USD2 triliun – juga substansial, meskipun jelas jauh lebih kecil daripada cadangan dolar.”

Sementara dolar tetap dominan, kenaikan suku bunga Eropa dan kekhawatiran geopolitik dapat membuat aset euro lebih menarik, tambahnya.

Internasionalisasi

Ahli pasar Asia, Sadi Kaymaz mengatakan, bahwa tujuan China untuk menginternasionalisasi renminbi telah lama ada, tetapi mungkin saat ini ada urgensi baru. “Namun, isu ini menjadi lebih menonjol pada saat kepercayaan terhadap aset AS mulai terkikis,” kata Kaymaz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
Mahasiswa UNS Diajak...
Mahasiswa UNS Diajak Pahami Penyebab Rupiah Melemah dan Dolar Naik di ICC 2026
Rekomendasi
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved