Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pelemahan 675 Emiten, Dirut BEI Imbau Investor Rasional

Senin, 02 Maret 2026 - 11:43 WIB
loading...
Serangan AS-Israel ke...
Eskalasi konflik di Timur Tengah memanas, setelah AS dan Israel menyerang Iran pada akhir pekan lalu. Sentimen ini turut menyeret pelemahan 675 emiten. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Eskalasi konflik di Timur Tengah memanas, setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada akhir pekan lalu. Sentimen ini turut menyeret pelemahan pada Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang dibuka melemah ke level 8.092.

IHSG terpantau masih bergerak terbatas hingga pukul 10.00 WIB, dengan level tertingginya 8.133 dan level terendahnya di level 3.039. Adapun sebanyak 675 emiten saham mengalami tekanan alias turun ke zona merah, 103 emiten menguat, dan 180 yang stagnan.

Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) , Jeffrey Hendrik mengimbau kepada investor untuk tetap rasional melihat fenomena konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah. Mengutamakan pertimbangan fundamental perusahaan sebelum melakukan transaksi saham.

Baca Juga: IHSG Terjepit Konflik Timur Tengah dan Tekanan Fiskal Domestik, Begini Proyeksinya

"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental. Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor," ujar Hendrik dalam pernyataan tertulis, Senin (2/3/2026).



Berdasarkan data BEI, tercatat 22,71 miliar lembar saham ditransaksikan dengan nilai Rp12,21 triliun dan ditransaksikan 1,56 juta kali. Sejak pembukaan indeks tematik juga mengalami tekanan, misalnya pada indeks utama seperti LQ45 terkoreksi 1,36%, IDX30 terkoreksi 1,44%, hingga IDXSMC-COM melemah 2,11%, menandakan tekanan tidak hanya pada saham lapis kecil tetapi juga saham unggulan.

Sentimen negatif pasar domestik tak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik setelah laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel. Baca Juga: Harga Emas Terus Meroket, Hari Ini Naik Rp50 Ribu Jadi Rp3.135.000 per Gram

Televisi pemerintah Iran telah mengkonfirmasi kematian tersebut dalam serangan yang disebut sebagai serangan “Amerika-Israel”, sambil menyatakan rincian lanjutan akan diumumkan kemudian. Selain itu laporan terbaru juga menyebut Iran memulai masa berkabung nasional selama 40 hari setelah kematian pemimpinnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Ekonom Bank Mandiri...
Ekonom Bank Mandiri Ungkap Kunci Penguatan Rupiah dan Rebound IHSG, Fundamental Ekonomi Solid
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72%, Terperosok ke Bawah 6.000
IHSG Babak Belur Jelang...
IHSG Babak Belur Jelang Akhir Pekan, Sesi Siang Ditutup Ambruk 2,73% ke 5.835
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
Rekomendasi
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved