Iran Tutup Selat Hormuz, Pasokan Minyak RI dari Arab Saudi Terancam
Senin, 02 Maret 2026 - 21:57 WIB
loading...
A
A
A
Terkait potensi dampak terhadap komoditas lain, Airlangga merujuk pengalaman krisis sebelumnya. Dari krisis yang ada, menurutnya, tingkat permintaan akan menyesuaikan.
"Kita sudah pengalaman saat Covid-19 plus perang di Ukraina. Nah, itu kenaikan komoditasnya sangat luar biasa. Namun bagi Indonesia, kenaikan komoditas juga ada upside. Kalau batu bara dan kelapa sawit naik, penerimaan negara juga naik. Jadi itu yang terjadi di tahun 2022 dan 2023," kata dia.
Baca Juga: Iran Blokade Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Impor BBM dan LPG Indonesia dari AS
Di tengah ketegangan geopolitik, Presiden Prabowo Subianto disebut Airlangga memberikan perhatian khusus pada stok dan ketersediaan pangan. "Kemarin malam kami rapat dengan Pak Presiden di Hambalang, beliau secara khusus mengecek mengenai kondisi pangan yang relatif aman. Beliau juga memberi catatan untuk mempercepat negosiasi Indonesia dengan Amerika. Ada hal yang terkait dengan pembelian minyak, ada hal yang terkait dengan investasi Indonesia di luar negeri," ucap dia.
Airlangga menegaskan bahwa posisi perekonomian Indonesia relatif aman di tengah konflik global. Ia merujuk konsumsi domestik yang mencapai 54 persen, rasio utang masih di bawah 30 persen, cadangan devisa sebesar 154,6 miliar dolar AS, serta rasio perdagangan luar negeri yang masih 42 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan fundamental tersebut, pemerintah optimistis mampu menghadapi gejolak ekonomi akibat konflik Timur Tengah.
"Kita sudah pengalaman saat Covid-19 plus perang di Ukraina. Nah, itu kenaikan komoditasnya sangat luar biasa. Namun bagi Indonesia, kenaikan komoditas juga ada upside. Kalau batu bara dan kelapa sawit naik, penerimaan negara juga naik. Jadi itu yang terjadi di tahun 2022 dan 2023," kata dia.
Baca Juga: Iran Blokade Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Impor BBM dan LPG Indonesia dari AS
Di tengah ketegangan geopolitik, Presiden Prabowo Subianto disebut Airlangga memberikan perhatian khusus pada stok dan ketersediaan pangan. "Kemarin malam kami rapat dengan Pak Presiden di Hambalang, beliau secara khusus mengecek mengenai kondisi pangan yang relatif aman. Beliau juga memberi catatan untuk mempercepat negosiasi Indonesia dengan Amerika. Ada hal yang terkait dengan pembelian minyak, ada hal yang terkait dengan investasi Indonesia di luar negeri," ucap dia.
Airlangga menegaskan bahwa posisi perekonomian Indonesia relatif aman di tengah konflik global. Ia merujuk konsumsi domestik yang mencapai 54 persen, rasio utang masih di bawah 30 persen, cadangan devisa sebesar 154,6 miliar dolar AS, serta rasio perdagangan luar negeri yang masih 42 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan fundamental tersebut, pemerintah optimistis mampu menghadapi gejolak ekonomi akibat konflik Timur Tengah.
(nng)
Lihat Juga :