Selat Hormuz Ditutup, Indonesia Pastikan Ekspor 2.000 Ton Beras ke Arab Saudi Lancar
Selasa, 03 Maret 2026 - 16:02 WIB
loading...
Indonesia memastikan ekspor beras ke Arab Saudi tetap berjalan untuk kebutuhan haji di tengah penutupan Selat Hormuz. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memastikan Indonesia bakal ekspor beras ke Arab Saudi untuk kepentingan ibadah haji periode 2026. Respons tersebut menyusul isu terhambatnya jalur perdagangan setelah Iran memblokade Selat Hormuz.
"Sebanyak 2.000 ton beras akan di ekspor minggu depan," ujar Amran saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Ancam Bakar Seluruh Kapal yang Lewat!
Amran menegaskan, Indonesia sudah perlahan keluar dari negara importir beras terbesar di Asia, bahkan di dunia. Kini Indonesia bersiap menjadi lumbung pangan yang menjadi tempat bergantung banyak negara di dunia.
"Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Itu mimpi kita. Stok kita hari ini 3,7 juta ton dan ini tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri," ujarnya.
"Hitungan kami pertengahan Maret itu stok beras 4 juta ton, kemudian akhir bulan paling lambat awal April itu sudah mencapai 5 juta ton," imbuhnya.
Baca Juga: Iran Blokade Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Impor BBM dan LPG Indonesia dari AS
Adapun Perum Bulog mendapat penugasan ekspor sebanyak 2.280 ton beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi. Pengiriman direncanakan berlangsung secara bertahap pada awal Maret mendatang.
Sementara itu, pengiriman ekspor menghadapi tantangan setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, yang mengumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk lalu lintas pelayaran.
"Sebanyak 2.000 ton beras akan di ekspor minggu depan," ujar Amran saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Ancam Bakar Seluruh Kapal yang Lewat!
Amran menegaskan, Indonesia sudah perlahan keluar dari negara importir beras terbesar di Asia, bahkan di dunia. Kini Indonesia bersiap menjadi lumbung pangan yang menjadi tempat bergantung banyak negara di dunia.
"Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Itu mimpi kita. Stok kita hari ini 3,7 juta ton dan ini tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri," ujarnya.
"Hitungan kami pertengahan Maret itu stok beras 4 juta ton, kemudian akhir bulan paling lambat awal April itu sudah mencapai 5 juta ton," imbuhnya.
Baca Juga: Iran Blokade Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Impor BBM dan LPG Indonesia dari AS
Adapun Perum Bulog mendapat penugasan ekspor sebanyak 2.280 ton beras untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi. Pengiriman direncanakan berlangsung secara bertahap pada awal Maret mendatang.
Sementara itu, pengiriman ekspor menghadapi tantangan setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, yang mengumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk lalu lintas pelayaran.
(nng)
Lihat Juga :