Indef: PSBB DKI Jakarta Jilid II Mestinya Lebih Cepat

Kamis, 17 September 2020 - 23:30 WIB
loading...
Indef: PSBB DKI Jakarta...
Foto ilustrasi/ANTARA FOTO
A A A
JAKARTA - Kasus terdeteksi positif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 24,9% dari total keseluruhan kasus di Indonesia. Selain karena Jakarta sebagai pusat transportasi, kota ini juga memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai untuk tes Covid-19 dengan hasil yang lebih cepat, sehingga kasus yang terdeteksi lebih mudah untuk didata.

Lantaran angka kasus Covid-19 meningkat, maka Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk melakukan rem mendadak dengan PSBB jilid dua mulai Senin, 14 September 2020. (Baca juga: Kesulitan Awasi Kluster Perkantoran, DKI Lakukan Operasi Yustisi Setiap Senin )

Kendati demikian, Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) sekaligus anggota Dewan Riset Daerah (DRD) DKI Jakarta Berly Martawardaya menyayangkan kenapa keputusan rem dadakan ini tidak dilakukan lebih cepat.

"PSBB jilid 2 ini kan berbasis data, tapi kenapa tidak dilakukan lebih cepat? Karena kalau tidak ada rem darurat, per 17 September tempat tidur isolasi di Jakarta akan penuh," ungkap Berly dalam diskusi online Indef bertajuk "PSBB DKI dan Banten: Ekonomi Nasional Sembuh atau Lumpuh?" di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Sebelumnya, sudah diproyeksi oleh tim riset DKI Jakarta bahwa jika tidak dilakukan PSBB, maka pada 17 September (hari ini), tempat tidur isolasi diprediksi akan penuh sebanyak 4.053.

"Setelah hari ini, tadinya diprediksi bahwa pasien Covid-19 tidak akan tertampung. Jumlah pasien juga diprediksi akan mencapai 4.807 orang pada 6 Oktober 2020," lanjut Berly. (Baca juga: PSBB Total Jakarta, Rem Darurat Pahit Anies yang Berujung Manis )

Padahal, kata dia, 4.807 tempat tidur isolasi baru bisa terpenuhi pada 8 Oktober 2020. Dia mengatakan, situasi Indonesia saat ini sudah hampir menyusul Bangladesh.

"Baik dari jumlah kasus positif dan kematian, kita sudah hampir seperti Bangladesh. Tetapi untungnya grafik kematian tidak melonjak tajam seperti Filipina," tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Siapa yang Cocok...
Soal Siapa yang Cocok Pimpin OJK, Ekonom: Figur Harus Diterima Pasar
Efek Perang Dagang,...
Efek Perang Dagang, Indef Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2025 Jadi 4,87%
INDEF: Ekosistem Hilirisasi...
INDEF: Ekosistem Hilirisasi Tembaga Indonesia Tunjukkan Perkembangan Positif dan Punya Nilai Strategi Signifikan
Indef: 79% Netizen Anggap...
Indef: 79% Netizen Anggap Kenaikan Utang Negara sebagai Beban
Hati-hati DPR! Skema...
Hati-hati DPR! Skema Power Wheeling dalam RUU EBT Bisa Bebani PLN dan Keuangan Negara
Kejayaan Batu Bara dan...
Kejayaan Batu Bara dan CPO Meredup, Ekspor Indonesia Bakal Terus Turun hingga 2025
Redam Risiko Lonjakan...
Redam Risiko Lonjakan Harga Minyak Dunia, INDEF: Kendaraan Listrik Jadi Strategi Krusial
Indef: MBG Investasi...
Indef: MBG Investasi Strategis Pembangunan Sumber Daya Manusia
CSED-Indef Dorong Reformasi...
CSED-Indef Dorong Reformasi Kelembagaan Haji dan Umrah
Rekomendasi
Christian Eriksen Kembali...
Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan saat Uji Coba Denmark vs Ukraina
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved