Iran Tutup Selat Hormuz bikin Banyak Negara Kelimpungan

Rabu, 04 Maret 2026 - 08:59 WIB
loading...
Iran Tutup Selat Hormuz...
Sebagai informasi, India mengimpor 85% minyaknya dan hampir separuh gas alam. Sekitar setengah dari pasokan minyak negara itu dan 55% pengiriman LNG dialirkan melalui Selat Hormuz yang vital. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai buntut dari peperangan melawan Amerika Serikat (AS)-Israel, membuat banyak negara meninjau ulang keamanan energi mereka. Tak terkecuali dengan India, yang terus memantau konflik di Timur Tengah itu.

Kementerian Minyak India menekankan, bakal memastikan ketersediaan dan keterjangkauan produk minyak bagi konsumen di tengah meningkatnya krisis di Timur Tengah. Situasi pasokan untuk minyak mentah , LPG, dan produk minyak lainnya telah ditinjau bersama pejabat senior dari Kementerian Minyak dan perusahaan milik negara India.

“Kami terus memantau situasi yang berkembang,” kata Kementerian Minyak dan Gas Bumi dalam sebuah postingan di X.

Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Ancam Bakar Seluruh Kapal yang Lewat!

Sebagai informasi, India mengimpor 85% minyaknya dan hampir separuh gas alam. Sekitar setengah dari pasokan minyak negara itu dan 55% pengiriman LNG dialirkan melalui Selat Hormuz yang vital.



Negara-negara Timur Tengah menyumbang sekitar 55% dari impor minyak mentah India, atau sekitar 2,74 juta barel per hari pada Januari, menurut Hindu Business Line.

Sementara itu Iran, yang memiliki cadangan minyak terbesar ketiga dan cadangan gas alam terbesar kedua di dunia, telah mengancam akan menargetkan kapal yang melewati Selat Hormuz. Hal itu membuat titik kritis sektor maritim, ketika hampir 20% pengiriman minyak global melalui selat kecil tersebut.

"Penutupan Selat Hormuz akan memiliki dampak besar bagi India,” kata Ajay Shrivastava, mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, kepada RT India.

“Akan sulit untuk mengalihkan atau mengganti volume (minyak) itu, terutama bagi ekonomi Asia, apalagi dengan sanksi terhadap minyak Rusia,” katanya.

Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh

Harga minyak bisa melambung hingga USD95 per barel atau bahkan lebih tinggi jika perang berkepanjangan. “Tidak ada alternatif lain. Jika perang berlanjut lebih dari seminggu, itu akan menjadi masa yang sangat sulit,” katanya.

Dampak dari konflik ini akan tercermin pada harga energi, kata Omair Anas, seorang pakar hubungan internasional yang fokus pada Timur Tengah, dalam sebuah wawancara dengan RT India.

“Jika konflik ini berlangsung lama, akan ada krisis pasokan energi serta harga. Jadi dampaknya akan terasa di India,” ujarnya.

Menurut Pramit Pal Chaudhuri dari konsultan Eurasia Group, India memiliki hubungan dekat dengan Iran, UEA, Qatar, Oman, dan banyak negara Teluk, dan mendefinisikan setiap hubungan secara berbeda. “(India) pada dasarnya akan menjaga hubungan dengan masing-masing dari kalian dengan fokus tertentu,” katanya..

India berupaya untuk menghidupkan kembali pembelian besar-besaran minyak mentah Rusia di tengah krisis yang sedang berlangsung, hanya beberapa minggu setelah Washington menekannya untuk mengurangi impor.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Rekomendasi
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved