Iran Larang Total Ekspor Hasil Pertanian, Picu Kekhawatiran Pasar Global

Rabu, 04 Maret 2026 - 20:41 WIB
loading...
Iran Larang Total Ekspor...
Iran mengumumkan larangan menyeluruh terhadap ekspor semua produk makanan dan hasil pertanian di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. FOTO/FOTO/pajwok.com
A A A
TEHERAN - Iran mengumumkan larangan menyeluruh terhadap ekspor semua produk makanan dan hasil pertanian untuk mengamankan pasokan di dalam negeri di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Ekspor semua produk makanan dan hasil pertanian dilarang hingga pemberitahuan lebih lanjut," dilaporkan oleh Tasnim News Agency Iran. "Pemerintah memprioritaskan pasokan barang esensial bagi rakyat."

Larangan ini disampaikan kepada otoritas bea cukai di seluruh negeri tanpa batas waktu pencabutan merupakan perluasan dari pembatasan sebelumnya yang menargetkan barang tertentu seperti kentang, tomat, kurma, dan telur. Langkah ini merupakan pergeseran Iran menuju ekonomi perang saat permusuhan memasuki hari keempat.

Larangan ekspor tersebut menyusul eskalasi cepat setelah tiga putaran pembicaraan nuklir antara Washington dan Teheran gagal. Putaran terakhir di Jenewa pada 26 Februari, yang digelar di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, berakhir tanpa kesepakatan setelah Teheran menolak menghentikan pengayaan uranium atau membongkar fasilitas nuklirnya.

Israel segera melancarkan serangan udara setelahnya, dengan operasi militer oleh Israel dan AS dilaporkan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Seyyed Ali Khamenei, anggota keluarganya, serta beberapa pejabat militer dan keamanan senior termasuk komandan IRGC dan menteri pertahanan Iran, menurut Trend News Agency.

Baca Juga: Didukung Garda Revolusi, Putra Khamenei Dipilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Iran merupakan eksportir pertanian utama, dan larangan ini diprediksi mengguncang pasar komoditas. Negara itu adalah produsen pistachio terbesar kedua di dunia pada 2024 dengan 316.100 ton metrik menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hanya kalah dari Amerika Serikat yang mencapai 498.900 ton. Pistachio saja menyumbang pendapatan ekspor tahunan sekitar USD1,7 miliar bagi Teheran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Rekomendasi
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Berita Terkini
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
MNC Life, INKOPDIT dan...
MNC Life, INKOPDIT dan PANDAI Kolaborasi Perluas Akses Asuransi Jiwa bagi Anggota Koperasi Kredit
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Infografis
Per 28 April, Jokowi...
Per 28 April, Jokowi Larang Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved