Perang Iran vs AS-Israel Memanas, Indonesia Cari Jalur Perdagangan Baru

Kamis, 05 Maret 2026 - 16:46 WIB
loading...
Perang Iran vs AS-Israel...
Pemerintah mulai mengalihkan jalur perdagangan ke negara-negara yang minim terdampak konflik Timur Tengah. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Pemerintah mulai mengalihkan jalur perdagangan ke negara-negara yang minim terdampak konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Langkah tersebut ditempuh untuk mengantisipasi gangguan rantai pasok global, terutama perdagangan yang bergantung pada arus pelayaran di Selat Hormuz.

"Ketika global supply chain-nya terganggu, ini secara global kan pasti ada yang ekspornya terhambat, termasuk juga impornya terhambat," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Iran Larang Total Ekspor Hasil Pertanian, Picu Kekhawatiran Pasar Global

Budi memastikan ketegangan ini memengaruhi neraca perdagangan termasuk kinerja ekspor ke negara-negara mitra utama di kawasan Eropa maupun Timur Tengah. Gangguan distribusi dinilai dapat memperlambat arus barang dan meningkatkan biaya logistik.



Atas dasar itu, Kemendag memetakan ulang arah perdagangan luar negeri dengan menyesuaikan dinamika geopolitik terkini. Pemerintah akan memastikan negara tujuan ekspor yang relatif stabil dan siap menyerap produk nasional.

"Kami cari diversifikasi pasar yang nnggak terdampak perang ini. Negara-negara yang belum terdampak kan masih banyak sebenarnya yang secara langsung seperti Asia Tenggara, kemudian Afrika, kami masuki untuk mengisi kekosongan," ungkapnya.

Baca Juga: Jenderal Tertinggi AS: Perang Melawan Iran Masih Jauh dari Selesai

Menurut Budi, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk yang terdampak akibat terganggunya rantai distribusi ekspor. Sebab itu, pemerintah akan memulai strategi diversifikasi pasar dari produk-produk UMKM yang dinilai lebih fleksibel dalam menjangkau pasar baru. "Sekarang akan kami mulai dari UMKM. UMKM itu kan biasanya kalau ekspor jangka pendek. Ekspor bisa ke mana-mana lebih fleksibel," ujar Budi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Rekomendasi
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved