Jasa Pengiriman Ini Tawarkan Solusi Ramainya Orderan Bulan Ramadan
Kamis, 05 Maret 2026 - 17:45 WIB
loading...
Meningkatnya pengiriman paket selama ramadan seringkali menjadi hambatan sejumlah UMKM maupun korporasi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Meningkatnya pengiriman paket selama ramadan seringkali menjadi hambatan sejumlah UMKM maupun korporasi. Menyikapi itu, jasa pengiriman Lion Parcel menawarkan sejumlah solusi. Langkah ini untuk meningkatkan omset sekaligus menjaga kualitas perusahaan.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto mengakui Ramadan menjadi salah satu momen dengan peningkatan pengiriman yang signifikan, terutama untuk produk-produk kebutuhan Lebaran seperti fesyen, kue kering, dan hampers.
“Pelaku usaha perlu menyiapkan strategi logistik sejak awal agar lonjakan pesanan dapat dikelola dengan baik dan pengiriman tetap berjalan lancar sehingga kepuasan pelanggan pun tetap terjaga,” ujar Kenny dalam siaran persnya.
Baca Juga: Lion Parcel Terapkan Logistik Halal usai Kantongi Sertifikasi BPJPH
Karena itu ia menyarankan beberapa tips, yakni memetakan potensi kenaikan permintaan berdasarkan tren pada periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Dengan mempelajari proyeksi dan melakukan persiapan sejak awal, pelaku usaha dapat mengatur stok, jadwal produksi, dan rencana pengiriman dengan lebih rapi dan terjadwal.
Selanjutnya, memiliki tingkat urgensi yang berbeda-beda. Menjelang Lebaran, sebagian masyarakat belanja dalam waktu yang mepet dengan Hari Raya.
“Ada beberapa masyarakat yang menerima THR mendekati Hari Raya, sehingga belanja kebutuhan menjadi lebih mepet. Dalam kondisi seperti ini, layanan dengan prioritas waktu pengiriman menjadi penting agar barang dapat diterima lebih cepat,” ujar Kenny.
Selain itu bisa menyesuaikan pilihan layanan sesuai dengan kebutuhan waktu pengiriman. Lion Parcel sendiri menyediakan beragam pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.
“Untuk pesanan mendesak, layanan prioritas menjadi solusi. Sementara pesanan yang tidak terburu-buru bisa memanfaatkan layanan reguler atau layanan ekonomis,” tambahnya.
Sedangkan untuk kebutuhan pengiriman paket besar turut meningkat saat Ramadan, baik untuk distribusi stok ke cabang atau reseller, maupun pengiriman langsung ke konsumen dalam jumlah besar bisa menggunakan layanan paket.
“Selama ini paket besar kendalanya waktu pengiriman yang lama, sehingga Lion Parcel meluncurkan layanan BIGPACK FAST untuk mengakomodir kebutuhan pelaku usaha yang butuh kirim paket besar, mulai dari 10 kg, tapi butuh sampai dengan cepat. Dengan ongkir mulai dari Rp6.500/kg, layanan ini bisa jadi opsi untuk pelaku usaha menjaga efisiensi operasional,” jelas Kenny.
Baca Juga: Lion Parcel Salurkan Lebih dari 10 Ton Bantuan ke Sumatera
Di sisi lain, para pelaku usaha yang mengandalkan penjualan melalui media sosial atau platform social commerce, penghitungan ongkos kirim dan pengelolaan pembayaran seringkali menjadi tantangan tersendiri.
Terutama saat volume pesanan meningkat seperti di momen Ramadan, proses administrasi menjadi lebih menyita waktu dan tenaga. Untuk menyederhanakan proses tersebut, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan COD Ongkir dari Lion Parcel sebagai solusi manajemen logistik yang lebih praktis.
“Melalui skema ini, pelaku usaha dapat menerima pembayaran harga barang terlebih dahulu, sementara ongkos kirim dibayarkan oleh penerima saat paket diterima. Dengan layanan yang praktis, pelaku usaha dapat lebih fokus pada peningkatan penjualan tanpa perlu direpotkan oleh penghitungan ongkos kirim secara manual yang berisiko menimbulkan kesalahan dan potensi kerugian,” tuturnya.
Kenny melihat Ramadan bukan hanya momentum untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga kesempatan bagi para pelaku usaha untuk memperkuat kepercayaan pelanggan. “Karenanya, strategi pengiriman yang efisien dan terencana menjadi kunci agar setiap pesanan dapat diproses dengan lancar di tengah lonjakan permintaan,” tutupnya.
Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto mengakui Ramadan menjadi salah satu momen dengan peningkatan pengiriman yang signifikan, terutama untuk produk-produk kebutuhan Lebaran seperti fesyen, kue kering, dan hampers.
“Pelaku usaha perlu menyiapkan strategi logistik sejak awal agar lonjakan pesanan dapat dikelola dengan baik dan pengiriman tetap berjalan lancar sehingga kepuasan pelanggan pun tetap terjaga,” ujar Kenny dalam siaran persnya.
Baca Juga: Lion Parcel Terapkan Logistik Halal usai Kantongi Sertifikasi BPJPH
Karena itu ia menyarankan beberapa tips, yakni memetakan potensi kenaikan permintaan berdasarkan tren pada periode yang sama tahun-tahun sebelumnya. Dengan mempelajari proyeksi dan melakukan persiapan sejak awal, pelaku usaha dapat mengatur stok, jadwal produksi, dan rencana pengiriman dengan lebih rapi dan terjadwal.
Selanjutnya, memiliki tingkat urgensi yang berbeda-beda. Menjelang Lebaran, sebagian masyarakat belanja dalam waktu yang mepet dengan Hari Raya.
“Ada beberapa masyarakat yang menerima THR mendekati Hari Raya, sehingga belanja kebutuhan menjadi lebih mepet. Dalam kondisi seperti ini, layanan dengan prioritas waktu pengiriman menjadi penting agar barang dapat diterima lebih cepat,” ujar Kenny.
Selain itu bisa menyesuaikan pilihan layanan sesuai dengan kebutuhan waktu pengiriman. Lion Parcel sendiri menyediakan beragam pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha.
“Untuk pesanan mendesak, layanan prioritas menjadi solusi. Sementara pesanan yang tidak terburu-buru bisa memanfaatkan layanan reguler atau layanan ekonomis,” tambahnya.
Sedangkan untuk kebutuhan pengiriman paket besar turut meningkat saat Ramadan, baik untuk distribusi stok ke cabang atau reseller, maupun pengiriman langsung ke konsumen dalam jumlah besar bisa menggunakan layanan paket.
“Selama ini paket besar kendalanya waktu pengiriman yang lama, sehingga Lion Parcel meluncurkan layanan BIGPACK FAST untuk mengakomodir kebutuhan pelaku usaha yang butuh kirim paket besar, mulai dari 10 kg, tapi butuh sampai dengan cepat. Dengan ongkir mulai dari Rp6.500/kg, layanan ini bisa jadi opsi untuk pelaku usaha menjaga efisiensi operasional,” jelas Kenny.
Baca Juga: Lion Parcel Salurkan Lebih dari 10 Ton Bantuan ke Sumatera
Di sisi lain, para pelaku usaha yang mengandalkan penjualan melalui media sosial atau platform social commerce, penghitungan ongkos kirim dan pengelolaan pembayaran seringkali menjadi tantangan tersendiri.
Terutama saat volume pesanan meningkat seperti di momen Ramadan, proses administrasi menjadi lebih menyita waktu dan tenaga. Untuk menyederhanakan proses tersebut, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan COD Ongkir dari Lion Parcel sebagai solusi manajemen logistik yang lebih praktis.
“Melalui skema ini, pelaku usaha dapat menerima pembayaran harga barang terlebih dahulu, sementara ongkos kirim dibayarkan oleh penerima saat paket diterima. Dengan layanan yang praktis, pelaku usaha dapat lebih fokus pada peningkatan penjualan tanpa perlu direpotkan oleh penghitungan ongkos kirim secara manual yang berisiko menimbulkan kesalahan dan potensi kerugian,” tuturnya.
Kenny melihat Ramadan bukan hanya momentum untuk meningkatkan penjualan, tetapi juga kesempatan bagi para pelaku usaha untuk memperkuat kepercayaan pelanggan. “Karenanya, strategi pengiriman yang efisien dan terencana menjadi kunci agar setiap pesanan dapat diproses dengan lancar di tengah lonjakan permintaan,” tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :