Sawit Jadi Tameng Energi Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Buktinya
Minggu, 08 Maret 2026 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Ia menjelaskan bahwa peningkatan produksi biodiesel membuat kebutuhan solar nasional semakin banyak dipenuhi dari dalam negeri. “Artinya, hampir setengah kebutuhan solar Indonesia kini bisa dipenuhi oleh biodiesel dari sawit, sehingga produksi dalam negeri dapat menutup seluruh kebutuhan nasional,” katanya.
Baca Juga: Sawit, Kunci Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Peran ini menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian energi global. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Iran dan dinamika keamanan di Timur Tengah, berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia.
Gangguan pada jalur energi global biasanya diikuti lonjakan harga dan krisis pasokan, terutama bagi negara yang bergantung pada impor bahan bakar.
“Ketika jalur energi dunia terganggu, harga bisa melonjak dan negara yang bergantung pada impor akan sangat rentan. Dalam situasi seperti ini, kemampuan memproduksi energi sendiri menjadi sangat berharga,” jelas Fahmi.
Ia menambahkan, keberadaan biodiesel sawit membuat Indonesia memiliki bantalan energi yang relatif kuat dibanding banyak negara lain. Selain mengurangi impor bahan bakar, program biodiesel juga menghemat devisa negara sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Dari 'Tanaman Ajaib' menjadi Kebun Energi
Menurut Fahmi, dalam konteks ketahanan energi, sawit kini tidak hanya dilihat sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai sumber energi strategis. Ia menggambarkan sawit sebagai kebun energi yang mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan bahan bakar dari luar negeri.Baca Juga: Sawit, Kunci Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Peran ini menjadi semakin penting di tengah ketidakpastian energi global. Ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Iran dan dinamika keamanan di Timur Tengah, berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia.
Gangguan pada jalur energi global biasanya diikuti lonjakan harga dan krisis pasokan, terutama bagi negara yang bergantung pada impor bahan bakar.
“Ketika jalur energi dunia terganggu, harga bisa melonjak dan negara yang bergantung pada impor akan sangat rentan. Dalam situasi seperti ini, kemampuan memproduksi energi sendiri menjadi sangat berharga,” jelas Fahmi.
Ia menambahkan, keberadaan biodiesel sawit membuat Indonesia memiliki bantalan energi yang relatif kuat dibanding banyak negara lain. Selain mengurangi impor bahan bakar, program biodiesel juga menghemat devisa negara sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Lihat Juga :