Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang
Senin, 09 Maret 2026 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
Komaidi Notonegoro mengatakan, yang dimaksud cadangan sekitar 20 hari adalah cadangan operasional, semacam inventory. Cadangan tersebut berada dalam penyimpanan atau storage. Baca Juga: Gawat! Cadangan BBM Indonesia hanya Mampu Bertahan 26 Hari
”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” beber Komaidi.
Sebagai ilustrasi, Komaidi mencontohkan sebuah toko yang ketika barang terjual, pasti akan membeli lagi untuk mengisi stok. Dan kondisi seperti itu sebenarnya sudah berlangsung lama dan reguler, tidak hanya saat ini saja.
Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi. ”Tidak perlu panik. Tidak perlu panik,” kata Kholid.
Dijelaskan olehnya bahwa terdapat tiga jenis cadangan energi . Yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional. Dan yang disebut cadangan 20-23 hari, adalah cadangan operasional yang disediakan badan usaha seperti Pertamina.
Untuk cadangan operasional disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya dia terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber import.
”Itu sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber impor,” tutur Kholid.
”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” beber Komaidi.
Sebagai ilustrasi, Komaidi mencontohkan sebuah toko yang ketika barang terjual, pasti akan membeli lagi untuk mengisi stok. Dan kondisi seperti itu sebenarnya sudah berlangsung lama dan reguler, tidak hanya saat ini saja.
Hal senada juga diungkapkan oleh Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), M Kholid Syeirazi. ”Tidak perlu panik. Tidak perlu panik,” kata Kholid.
Dijelaskan olehnya bahwa terdapat tiga jenis cadangan energi . Yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional. Dan yang disebut cadangan 20-23 hari, adalah cadangan operasional yang disediakan badan usaha seperti Pertamina.
Untuk cadangan operasional disediakan oleh badan usaha dalam hal ini Pertamina yang sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya dia terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber import.
”Itu sifatnya sirkuler. Jadi kalau misalnya terpakai, ya sudah disediakan stok untuk dipasok lagi dari sumber-sumber impor,” tutur Kholid.
Lihat Juga :