Solidaritas BRICS Retak di Tengah Perang Iran vs AS-Israel, Anggota Saling Bombardir

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:02 WIB
loading...
A A A
Perbedaan sikap antaranggota terlihat sangat tajam mengikuti garis kepentingan geopolitik masing-masing. China, Rusia, dan Brasil segera mengecam serangan tersebut, di mana Beijing menyebut pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei sebagai pelanggaran kedaulatan yang serius, sementara Moskow menggambarkannya sebagai tindakan agresi bersenjata yang tidak diprovokasi.

Di sisi lain, India mengambil jalur diplomasi yang berbeda dengan meningkatkan hubungan bilateral menjadi "Kemitraan Strategis Khusus" bersama Israel sesaat sebelum serangan dimulai. New Delhi baru mengeluarkan seruan untuk "dialog dan diplomasi" tiga hari setelah konflik pecah, tanpa melontarkan kritik langsung terhadap Washington maupun Tel Aviv.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Negara-negara Asia Panik Berebut Pasokan BBM

Situasi internal blok semakin rumit setelah Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan 1.400 drone ke Uni Emirat Arab (UEA) yang juga merupakan anggota BRICS. Serangan yang menargetkan instalasi militer AS di Abu Dhabi dan Dubai tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa dari kalangan sipil.

Fenomena sesama anggota BRICS yang terlibat dalam aksi militer langsung dianggap merusak gagasan aksi kolektif dan solidaritas organisasi. Kredibilitas blok ini akan diuji pada pertemuan puncak berikutnya di New Delhi pada September mendatang, di tengah keraguan publik atas kemampuan mereka bertindak sebagai satu kekuatan global yang utuh.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved