Cadangan Minyak Rusia Cukup untuk Bertahan 60 Tahun, Stok BBM RI Hanya 26 Hari

Rabu, 11 Maret 2026 - 02:12 WIB
loading...
Cadangan Minyak Rusia...
Cadangan minyak Rusia tidak main-main yang diproyeksikan mencapai 31 miliar ton, atau cukup untuk bertahan lebih dari 60 tahun pada level produksi saat ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Cadangan minyak Rusia tidak main-main yang diproyeksikan mencapai 31 miliar ton, atau cukup untuk bertahan lebih dari 60 tahun pada level produksi saat ini. Diterangkan oleh Wakil Perdana Menteri Aleksandr Novak, bahwa cadangan minyak Rusia 31 miliar ton, termasuk deposito dan volume yang belum siap untuk produksi.

“Hari ini, negara kita menempati peringkat keempat dalam hal cadangan minyak yang dapat dipulihkan setelah Arab Saudi, Iran, dan Irak. Dalam hal cadangan minyak yang dapat dipulihkan dan menguntungkan, kita memiliki cukup untuk 62 tahun pada tingkat produksi saat ini,” ujar Aleksandr Novak.

Namun saat berbicara di depan mahasiswa soal industri minyak, tren global, dan peran Rusia di sektor tersebut, ditekankan bahwa kondisi saat ini tidak berarti Rusia akan kehabisan minyak dalam enam dekade. Dalam catatannya, Ia menerangkan volume minyak mentah Rusia terus bertahan setiap tahun melalui eksplorasi dan pengeboran.

Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Negara-negara Asia Panik Berebut Pasokan BBM

Menurut perkiraan Rusia, hanya Irak (19,6 miliar ton), Iran (21,7 miliar), dan Arab Saudi (40,9 miliar) yang memiliki cadangan lebih besar. Secara global, cadangan minyak komersial mencapai sekitar 176,7 miliar ton.

“Tujuan utama adalah untuk memastikan bahwa negara kita memiliki cadangan minyak yang cukup selama 30 hingga 50 tahun. Mempertahankan keseimbangan ini sangat penting. Oleh karena itu (kami) terus-menerus mengebor dan mencari lebih banyak minyak,” tutup Novak.



Novak juga menekankan, bahwa minyak menyumbang 30% dari keseimbangan energi global dan memprediksi bahwa permintaan akan tetap kuat dalam waktu dekat, yang sebagian besar didorong oleh transportasi dan petrokimia. Sementara itu dia sebelumnya menyatakan, sektor minyak Rusia tetap stabil, meskipun ada sanksi Barat.

Industri migas Rusia menyumbang sekitar 10% dari produksi minyak mentah global. Rusia saat ini mengoperasikan sekitar 3.500 lapangan migas, termasuk di Sakhalin, landas kontinen Arktik, dan di Siberia Timur. Baca Juga: Cadangan BBM RI Lebih Tinggi Dibandingkan Beberapa Negara, Masyarakat Diminta Tenang

Bulan lalu, perusahaan energi besar Rusia, Gazprom Neft, mengumumkan penemuan lapangan minyak baru di Semenanjung Yamal -cekungan Kontorovich- dengan perkiraan cadangan geologi sebesar 55 juta ton, yang merupakan penemuan paling besar di wilayah tersebut dalam tiga dekade terakhir.

Di Rusia, ladang migas dengan cadangan yang dapat diperoleh sebesar 30-300 juta ton diklasifikasikan sebagai “besar.” Namun, bagi sebagian negara Eropa, ladang seukuran Kontorovich masuk golongan sangat besar. Banyak yang memiliki total cadangan jauh lebih kecil daripada deposit tunggal ini.

Sebagai perbandingan ladang Wolin East yang baru ditemukan di Polandia – dianggap sebagai yang terbesar dalam sejarah Polandia dan penemuan terbesar di Eropa dalam dekade terakhir – hanya memiliki 22 juta ton cadangan yang dapat diperoleh – kurang dari setengah dari Kontorovich.

Cadangan Minyak Indonesia

Di sisi lain Indonesia belum membangun Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve atau SPR). Eddy Suprapto, sebagai Presidium Masyarakat Profesional untuk Demokrasi dalam opininya di SINDOnews.com sempat menuliskan bahwa lonceng darurat cadangan minyak strategis Indonesia telah bergema.

Pasalnya, Indonesia saat ini hanya memiliki cadangan operasional konsumsi nasional. Menurutnya pembangunan infrastuktur Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve atau SPR) tidak bisa ditunda karena memasuki fase darurat. Karena salah satu fungsi penting dari cadangan minyak strategis adalah menjaga stabilitas energi nasional.

Kini ketika harga minyak mentah dunia melesat hingga USD100 per barel, maka Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena hantaman keras dari dampaknya. Seperti diketahui harga minyak mentah terus mendidih, seiring perang antara Amerika Serikat (AS) bersama dengan sekutunya Israel yang melawan Iran.

Sebagai respons terhadap serangan AS-Israel, pihak Iran menutup Selat Hormuz hingga memicu kekhawatiran krisis energi di sejumlah negara Asia yang bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM). Lonjakan harga energi dan panic buying mulai terjadi di berbagai negara seiring terganggunya jalur distribusi minyak dan gas global.

Sementara itu Pemerintah berencana membangun gudang penyimpanan minyak (storage) baru berkapasitas besar guna mencapai ketahanan energi nasional setara standar internasional, yaitu selama tiga bulan. Langkah ini diambil karena cadangan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini hanya bertahan dalam kisaran 25 hingga 26 hari.

Kondisi saat ini menjadi alarm sekaligus pijakan bagi pemerintah untuk segera berbenah. Pasalnya, standar internasional untuk ketahanan energi nasional rata-rata mencapai 90 hari atau tiga bulan. Untuk itu, pemerintah berupaya membangun storage baru yang kapasitasnya dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
Stok BBM Global Menipis,...
Stok BBM Global Menipis, Dunia Sedang Menguras Cadangan Minyaknya
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rekomendasi
Pegadaian CPS Pondok...
Pegadaian CPS Pondok Aren Gelar Pengobatan Gratis bagi Ratusan Masyarakat
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Tentara Ukraina Hanya...
Tentara Ukraina Hanya Bertahan Beberapa Hari di Garis Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved