Perkuat Dampak Sosial, DBS Foundation Gelontorkan Hibah Rp11,2 Miliar
Rabu, 11 Maret 2026 - 14:27 WIB
loading...
Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - DBS Foundation menyalurkan dana hibah sebesar SGD 850.000 atau setara Rp11,2 miliar kepada lima social enterprise dan bisnis berdampak sosial (businesses for impact/BFI) di Indonesia untuk memperkuat inklusivitas komunitas rentan. Dukungan ini merupakan bagian dari komitmen regional DBS Foundation Grant Program 2025 yang secara total mengucurkan Rp65 miliar bagi 22 unit bisnis di Asia guna menciptakan dampak sosial yang terukur.
"Kami percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, dibutuhkan model bisnis yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan," ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: DBS Dorong Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Hadapi Transisi Demografi
Mona mengatakan, pihaknya tidak hanya menyediakan pendanaan tetapi juga memperkuat fondasi para wirausaha sosial melalui pendampingan dan akses jejaring. Langkah ini bertujuan agar para penerima hibah dapat tumbuh secara sehat sekaligus memperluas jangkauan dampak mereka terhadap masyarakat yang selama ini kurang terlayani (underserved).
Adapun lima penerima hibah di Indonesia tahun ini adalah Parongpong RAW Lab, KONEKIN, Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI). Kelima entitas ini dipilih karena fokus solusinya yang beragam, mulai dari pengolahan limbah laut, penciptaan lapangan kerja bagi disabilitas, hingga penyediaan teknologi air bersih dan layanan kesehatan berbasis teknologi.
Penyaluran hibah ini diproyeksikan mampu menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Indonesia Timur. Tahun ini, DBS Foundation memperluas cakupan dukungannya ke sektor kesehatan primer melalui healthtech guna mendukung akses layanan bagi peserta JKN dan masyarakat di daerah terpencil.
Baca Juga: AllianzGI dan DBS Kolaborasi Perluas Akses Solusi Investasi Global Berbasis USD
Inisiatif ini sejalan dengan pertumbuhan ekosistem kewirausahaan sosial di tanah air yang terus meningkat. Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), jumlah wirausaha sosial pada 2023 mencapai sekitar 20.000 pelaku usaha, naik signifikan dari 15.000 pada tahun sebelumnya, yang menunjukkan semakin kuatnya integrasi dampak sosial dalam model bisnis nasional.
Lebih lanjut, program ini menjadi pilar penting bagi Bank DBS Indonesia dalam menjalankan prinsip Impact Beyond Banking. Melalui dukungan 12 tahun DBS Foundation Grant Program, bank bertujuan membangun ekosistem kolaboratif di mana sektor swasta dan komunitas dapat bergerak bersama dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi.
"Kami percaya bahwa bisnis dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, dibutuhkan model bisnis yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan," ujar Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika dalam keterangannya, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: DBS Dorong Perencanaan Keuangan Jangka Panjang Hadapi Transisi Demografi
Mona mengatakan, pihaknya tidak hanya menyediakan pendanaan tetapi juga memperkuat fondasi para wirausaha sosial melalui pendampingan dan akses jejaring. Langkah ini bertujuan agar para penerima hibah dapat tumbuh secara sehat sekaligus memperluas jangkauan dampak mereka terhadap masyarakat yang selama ini kurang terlayani (underserved).
Adapun lima penerima hibah di Indonesia tahun ini adalah Parongpong RAW Lab, KONEKIN, Nazava Water Filters, DoctorTool, dan Sosial Business Indonesia (SOBI). Kelima entitas ini dipilih karena fokus solusinya yang beragam, mulai dari pengolahan limbah laut, penciptaan lapangan kerja bagi disabilitas, hingga penyediaan teknologi air bersih dan layanan kesehatan berbasis teknologi.
Penyaluran hibah ini diproyeksikan mampu menjangkau lebih dari 1,9 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Indonesia Timur. Tahun ini, DBS Foundation memperluas cakupan dukungannya ke sektor kesehatan primer melalui healthtech guna mendukung akses layanan bagi peserta JKN dan masyarakat di daerah terpencil.
Baca Juga: AllianzGI dan DBS Kolaborasi Perluas Akses Solusi Investasi Global Berbasis USD
Inisiatif ini sejalan dengan pertumbuhan ekosistem kewirausahaan sosial di tanah air yang terus meningkat. Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), jumlah wirausaha sosial pada 2023 mencapai sekitar 20.000 pelaku usaha, naik signifikan dari 15.000 pada tahun sebelumnya, yang menunjukkan semakin kuatnya integrasi dampak sosial dalam model bisnis nasional.
Lebih lanjut, program ini menjadi pilar penting bagi Bank DBS Indonesia dalam menjalankan prinsip Impact Beyond Banking. Melalui dukungan 12 tahun DBS Foundation Grant Program, bank bertujuan membangun ekosistem kolaboratif di mana sektor swasta dan komunitas dapat bergerak bersama dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi.
(nng)
Lihat Juga :