Luhut Ungkap Informasi Intelijen: Drone Bawah Air Iran Siap Hancurkan Kapal Tanker AS

Jum'at, 13 Maret 2026 - 22:00 WIB
loading...
Luhut Ungkap Informasi...
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, informasi intelijen yang menyebut Iran telah mengembangkan teknologi drone bawah air yang berpotensi digunakan untuk menyerang kapal tanker AS. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Dewan Energi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, informasi intelijen yang menyebut Iran telah mengembangkan teknologi drone bawah air yang berpotensi digunakan untuk menyerang kapal tanker Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Hormuz.

Luhut mengatakan, situasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat saat ini sangat fluktuatif dan penuh ketidakpastian. Salah satu perkembangan terbaru yang menjadi perhatian adalah munculnya kemampuan drone bawah air milik Iran yang diklaim dapat digunakan untuk menyerang kapal di perairan strategis tersebut.

Menurut dia, berdasarkan laporan yang diterima dari berbagai sumber, Iran saat ini mengembangkan drone murah dengan kemampuan serangan jarak jauh hingga sekitar 2.000 kilometer dan dilengkapi sistem navigasi berbasis GPS.

Baca Juga: AS Serang Kapal Induk Drone Iran, Rilis Video Bukti

"Dari laporan sumber-sumber yang kami dapat, drone dari Iran ini juga sekarang dikembangkan drone dari bawah air. Mereka membuat drone yang murah, bisa 2.000 kilometer, GPS targeted, kapan saja bisa diluncurkan," ujar Luhut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Jumat (13/3/2026).



Ia menjelaskan, strategi tersebut dinilai mirip dengan pola perang gerilya karena menggunakan teknologi relatif sederhana namun efektif untuk menekan lawan dengan biaya rendah. "Ini seperti perang gerilya. Mereka membuat drone yang murah tetapi efektif," kata Luhut.

Dalam perkembangan lain, Luhut juga menyebut Angkatan Laut Iran sempat menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat yang bertujuan mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam operasi tersebut, sejumlah kapal Angkatan Laut Iran dilaporkan berhasil dihancurkan.

Meski demikian, konflik tetap memanas setelah Iran dikabarkan melakukan serangan terhadap kapal tanker Amerika menggunakan drone bawah air. Salah satu kapal tanker AS bahkan dilaporkan terbakar setelah serangan tersebut.

Selain itu, Luhut menyebut sistem komando militer Iran juga menjadi target pengeboman dalam rangkaian operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat. Baca Juga: Iran Pamer Drone Canggih Mohajer yang Mampu Serang Israel

Menurut informasi yang ia terima dari pihak Amerika, militer AS kini tengah menyiapkan serangan lanjutan yang lebih terarah dengan menggunakan pesawat pembom strategis seperti Boeing B-52 Stratofortress, setelah sebelumnya mengerahkan Northrop B-2 Spirit.

Dengan perkembangan tersebut, Luhut menilai dinamika konflik di kawasan Timur Tengah masih sangat dinamis dan berpotensi terus berubah. "Saya pikir situasinya masih fluktuatif," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Rekomendasi
Sejarah! Kongo Tundukkan...
Sejarah! Kongo Tundukkan Uzbekistan Lewat Laga Dramatis dan Tantang Inggris di 32 Besar
Sering Lelah dan Mudah...
Sering Lelah dan Mudah Ngantuk Meski Tidur Cukup? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved