Inpex Finalisasi Garap Blok Masela Rp339 T, Bahlil: Jangan Ulur-ulur Lagi, Sudah 27 Tahun Tertunda

Senin, 16 Maret 2026 - 18:34 WIB
loading...
Inpex Finalisasi Garap...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen tersebut saat bertemu dengan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah mendorong percepatan pengembangan Proyek Abadi Masela di Laut Arafura yang telah tertunda selama puluhan tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen tersebut saat bertemu dengan CEO INPEX Corporation , Takayuki Ueda di Tokyo, Jepang.

Dalam pertemuan yang berlangsung Minggu (15/3) waktu setempat, pemerintah menekan agar proyek gas raksasa tersebut segera masuk tahap keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID). Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai USD20 miliar atau sekitar Rp339 triliun.

Menurut Bahlil, percepatan proyek menjadi penting karena Lapangan Abadi Masela memiliki peran strategis sebagai sumber pasokan gas bagi industri nasional sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga: Blok Masela Jadi Solusi, Purbaya Dorong Gas Murah buat Industri

Ia mengungkapkan, progres pembangunan proyek saat ini telah mencapai sekitar 25%. Pemerintah menargetkan tahap Front End Engineering and Design (FEED) dapat dimulai pada kuartal II 2026 atau paling lambat kuartal III 2026, sehingga proses tender Engineering Procurement Construction (EPC) dapat berjalan paralel.

"Karena kami berkeinginan ini bisa cepat supaya jangan ulur-ulur lagi. Ini sudah 27 tahun tertunda," ujar Bahlil dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).



Untuk mempercepat kepastian investasi, pemerintah juga membuka opsi pembelian gas dari Lapangan Abadi oleh Danantara apabila hingga akhir April 2026 belum terdapat pembeli yang menyerap produksi gas tersebut.

Produksi Lapangan Abadi diproyeksikan mencapai 9 juta ton per tahun (9 MTPA). Bahlil menyatakan, langkah ini dilakukan agar proyek memiliki kepastian pasar sekaligus mendukung kebutuhan gas domestik dan program hilirisasi industri.

Baca Juga: Purbaya Turun Tangan Potong Hambatan Blok Masela: Perlakukan Investor Spesial

Menanggapi hal tersebut, Takayuki Ueda menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah Indonesia terhadap percepatan proyek Masela. Ia menegaskan INPEX berkomitmen untuk mempercepat realisasi pengembangan lapangan gas tersebut.

"Setelah berdiskusi dengan Pak Menteri, kami semakin semangat untuk mempercepat penyelesaian proyek Abadi," ujarnya.

Dari sisi perizinan, proyek ini juga mencatat kemajuan signifikan. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) telah memperoleh persetujuan pada 13 Februari 2026. Selain itu, pelepasan kawasan hutan untuk proyek tersebut juga telah disetujui oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia pada Januari 2026.

Pemerintah menilai penyelesaian berbagai perizinan tersebut menunjukkan dukungan lintas kementerian untuk memastikan investasi besar ini berjalan sesuai rencana. Dengan nilai investasi yang besar dan dukungan regulasi yang terus dipercepat, pemerintah berharap Proyek Abadi Masela dapat segera terealisasi dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Tok, Pemerintah Resmi...
Tok, Pemerintah Resmi Turunkan Harga Gas Industri Jadi USD13/MMBTU
Bahlil Blak-blakan Terkait...
Bahlil Blak-blakan Terkait Isu Naiknya Harga Gas Industri di Jawa
Bahlil Heran Pasokan...
Bahlil Heran Pasokan Batu Bara ke PLN Habis di Tengah Tahun, Pengusaha Dilarang Ekspor!
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
Rekomendasi
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Laga Berat Sebelah
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Infografis
10 Radar Militer Terbaik...
10 Radar Militer Terbaik di Dunia, Sudah Teruji di Medan Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved