Hemat BBM, Indonesia Kaji Penerapan WFA Imbas Gangguan Pasokan
Selasa, 17 Maret 2026 - 17:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Catat Jadwal Libur dan WFA Lebaran 2026, Bisa Mudik hingga 2 Minggu!
Dengan asumsi harga minyak mencapai sekitar USD92 per barel, defisit APBN diproyeksikan bisa membengkak hingga Rp149,6 triliun dan berisiko melampaui batas aman 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Di sisi lain, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global. Gangguan di jalur tersebut dapat berdampak luas terhadap perekonomian dunia, mengingat negara-negara pengguna utama minyak di kawasan tersebut menyumbang sekitar 27% PDB global.
Gangguan pasokan energi tersebut berpotensi memperlambat aktivitas industri dan perdagangan internasional, sehingga mendorong pemerintah untuk menyiapkan langkah antisipatif, termasuk melalui kebijakan efisiensi energi di dalam negeri.
Dengan asumsi harga minyak mencapai sekitar USD92 per barel, defisit APBN diproyeksikan bisa membengkak hingga Rp149,6 triliun dan berisiko melampaui batas aman 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).
Di sisi lain, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global. Gangguan di jalur tersebut dapat berdampak luas terhadap perekonomian dunia, mengingat negara-negara pengguna utama minyak di kawasan tersebut menyumbang sekitar 27% PDB global.
Gangguan pasokan energi tersebut berpotensi memperlambat aktivitas industri dan perdagangan internasional, sehingga mendorong pemerintah untuk menyiapkan langkah antisipatif, termasuk melalui kebijakan efisiensi energi di dalam negeri.
(nng)
Lihat Juga :